Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 18:44 WIB

Mahfud MD Tertolak Bukan Sekadar Faktor NU

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:20 WIB

Berita Terkait

Mahfud MD Tertolak Bukan Sekadar Faktor NU
Mahfud MD - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kisruh pencawapresan Mahfud MD menjadi pergunjingan hangat publik. Drama yang menyesakkan dada, tidak hanya bagi dirinya, tetapi bagi publik yang berharap Mahfud dipilih Joko Widodo. Mahfud telah blak-blakan soal kegagalan menjadi Cawapres Jokowi, disebabkan dinamika segelintir elit NU dan PKB. Padahal ada faktor lainnya.

Blak-blakan Mahfud MD dalam forum dialog Indonesia Lawyer Club (ILC) di stasiun swasta mengungkap soal detik-detik dirinya tertolak menjadi cawapres Jokowi. Dinamika yang terjadi di segelintir elit NU dan PKB, banyak diungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Padahal, selain masalah dinamika segelintir elit struktur NU dan PKB, ada penyebab lainnya yang tak kalah menjadi pertimbangan serius Jokowi untuk tidak mengambil Mahfud MD sebagai Cawapres Jokowi.

Sumber INILAH.COM di internal partai koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf, mengungkapkan selain persoalan di internal elit NU, penolakan lainnya juga muncul dari sejumlah partai koalisi.

"Kedekatan Mahfud dengan aktivis anti-korupsi juga menjadi penyebab penolakan sejumlah partai politik koalisi. Klik Mahfud ke KPK dan para pendukungnya juga menjadi penyebabnya," beber sumber yang enggan namanya disebut itu, Rabu (15/8/2018).

Soal informasi ini memang belum terkonfirmasi ke sejumlah partai koalisi. Hanya saja, soal keberpihakan Mahfud serta klik guru besar hukum tata negara UII Yogyakarta ini ke KPK dan pendukungnya tak bisa dibantah. Dalam sejumlah situasi krusial yang menimpa KPK, Mahfud menunjukkan keberpihakannya.

Selain masalah itu, catatan lainnya yang menimpa Mahfud saat menjadi hakim MK sempat terjadi perselisihan hasil suara dalam Pilpres 2009, pasangan Megawati-Prabowo ketika itu mengajukan gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).PDI Perjuangan mencatat sikap Mahfud yang saat itu menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap tidak kooperatif. "Gugatan Pilpres 2009 ke MK saat dipimpin Mahfud MD juga menjadi catatan khusus dari PDI Perjuangan," tambah sumber tersebut.

Faktor lainnya yang diungkap sumber yang menjadi elit koalisi di partai pendukung Jokowi-Maruf itu juga lantaran peran Mahfud saat terbitnya dekrit Presiden Gus Dur pada 23 Juli 2001 yang salah satu isinya soal pembubaran Partai Golkar. "Nah, posisi Mahfud MD waktu itu menjadi orang dekat Gus Dur, dianggap sebagai salah satu pihak yang turut mendorong pembubaran Partai Golkar," tambah sumber tersebut.

Berbagai informasi tersebut belum terkonfirmasi kepada sejumlah partai politik dan pihak-pihak yang disebut. Namun, secara logika politik, cukup mustahil bila lantaran gertakan NU yang tidak akan mendukung pemerintahan Jokowi jika tidak mencalonkan kader NU sebagai penyebab tunggal urungnya Mahfud menjadi Cawapres Jokowi.

Apalagi, secara konstitusional, pengusungan capres/cawapres berasal dari partai politik atau gabungan partai politik. Sebagaimana Jokowi informasikan saat mengumumkan Cawapresnya yang ia pilih mengungkapkan soal kesepakatan partai politik atas pilihan figur Ma'ruf Amin. Dengan kata lain, penyebab gagalnya Mahfud bukanlah disebabkan faktor tunggal manuver segelintir elit NU saja, namun ada faktor lainnya.

Komentar

x