Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 17:02 WIB

Soal Mahar Politik, Andi Arief Ogah Minta Maaf

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 13 Agustus 2018 | 03:02 WIB
Soal Mahar Politik, Andi Arief Ogah Minta Maaf
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut Sandiaga Uno sudah mengakui soal mahar Rp500 miliar yang diberikan Sandi ke partai koalisi PAN dan PKS agar menjadi Cawapres Prabowo Subianto.

"Soal mahar entah dalam bentuk penaklukan atau kampanye sudah diakui Sandi Uno," kata Andi Arief melalui akun twitternya @AndiArief_, Minggu (12/8/2018).

Andi mengatakan atas pengakuan dari Sandiaga tersebut, PKS dan PAN tak perlu untuk menyudutkan dirinya untuk meminta maaf atas pernyataan soal mahar politik di Pilpres.

"Pimpinan PAN dan PKS yang telah menghujat saya tak perlu minta maaf pada saya. Tapi saya anjurkan lihat muka di cermin," ujar Andi.

Andi menambahkan pernyataan itu bertujuan baik untuk Prabowo Subianto. Selain itu, pernyataannya juga bertujuan untuk demokrasi politik di Indonesia.

"Saya berniat baik, mencegah Pak Prabowo mengambil langkah salah. Jika ini saya teruskan ke ranah hukum, Sandi Uno bisa terindikasi suap karena masih menjabat wagub dan pimpinan PAN-PKS bisa terlibat. Ini sudah jadi pengetahuan publik," jelas Andi.

Sebelumnya, PKS dan PAN meminta Andi Arief untuk meminta maaf atas pernyataannya yang menuding Sandiaga Uno memberikan mahar masing-masing Rp500 miliar.

Pernyataan Andi dilontarkan sebelum Prabowo memutuskan menggandeng Sandi sebagai Cawapres. Andi menyebut Prabowo sebagai 'Jenderal Kardus' karena menerima Sandiaga sebagai Cawapres yang memberi mahar Rp500 miliar kepada partai koalisi Gerindra.[jat]

Komentar

x