Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 00:07 WIB

DPR Minta Polisi Awasi Bantuan Dana Tani di Daerah

Minggu, 12 Agustus 2018 | 09:39 WIB

Berita Terkait

DPR Minta Polisi Awasi Bantuan Dana Tani di Daerah
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi tindakan Polda Sumatra Utara yang membongkar dugaan korupsi sektor pertanian di Padang Lawas, Sumatra Utara.

Namun, Anggota Komisi III DPR ini meminta juga kepada aparat kepolisian untuk mengawasi dan mencegah kasus serupa di daerah lain. Sebab, dikhawatirkan kasus dugaan korupi sektor pertanian terjadi di daerah lainnya.

"Bisa jadi kasus seperti ini masif terjadi di berbagai daerah," kata Dasco, Minggu (12/8/2018).

Menurut dia, dugaan korupsi pemotongan dana bantuan kepada kelompok tani bisa saja banyak terjadi karena pemberian kepada kelompok-kelompok tani rawan diselewengkan.

"Bahkan termasuk ada juga kemungkinan kelompok tani fiktif," ujarnya.

Ia menyarankan kepada Polda di seluruh Indonesia bisa meniru langkah yang dilakukan Polda Sumatra Utara, karena bukan tidak mungkin dugaan penyelewengan dana program Kementerian Pertanian ini terjadi di berbagai daerah.

"Aparat penegak hukum terutama Polda-polda di seluruh Indonesia, yang ada program dana bantuan kelompok tani bisa juga menyelidiki dugaan itu. Polda Sumut sudah memulai, bisa ditiru oleh yang lainnya," jelas dia.

Untuk diketahui, Subdit III Polda Sumatra Utara telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Dinas Pertanian Padang Lawas inisial AN pada Kamis (9/8/2018).

Pasalanya, operasi tangkap tangan terhadap Dinas Pertanian Padang Lawas diduga tindak pidana korupsi pemotongan dana bantuan kepada kelompok tani serta pembiayaan kegiatan fasilitas penerapan budidaya padi dan palawija di Dinas Pertanian tahun anggaran 2018.

Selain mengamankan AN, diamankan juga tiga orang anggota yakni Kabid Tanaman Pangan dan Horikultural MHH, Kasi Produksi Dinas Pertanian JPS dan seorang staf AR.

Polisi juga mengamankan tiga orang petani yakni IMH, ANH dan DS. Kemudian, polisi juga menyita barang bukti total Rp1,8 miliar dalam bentuk uang tunai dan buku rekening.[ris]

Komentar

Embed Widget
x