Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 01:28 WIB

Polri Serius Awasi Potensi Korupsi Pertanian

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 17:31 WIB

Berita Terkait

Polri Serius Awasi Potensi Korupsi Pertanian
Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri serius untuk mengawasi dan menindak tindak pidana korupsi di sektor pertanian, karena hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa korupsi sektor pertanian harus jadi perhatian pemerintah.

Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan selama ini Polri memberi perhatian terhadap potensi korupsi sektor pangan atau pertanian.

"Pengawasan dalam sektor pangan atau pertanian dilakukan semua lini, antara lain pengawasan dalam sektor penambahan lahan, pemberian subsidi pupuk, pemberian subsidi benih," kata Daniel, Sabtu (11/8/2018).

Menurut dia, Polri selalu koordinasi dengan lembaga hukum terkait seperti KPK dan kejaksaan untuk penanganan dan pencegahan tindak pidana korupsi sektor pertanian atau pangan.

"Secara rutin sih ada pembicaraan terus menerus dilakukan (dengan KPK dan Kejaksaan)," ujarnya.

Sementara, Daniel mengaku belum dapat informasi mengenai operasi tangkap tangan yang dilakukan Subdit III Polda Sumatra Utara terhadap Kepala Dinas Pertanian Padang Lawas inisial AN pada Kamis (9/8/2018).

"Waktu itu memang pernah dalam pembahasan (tentang korupsi pertanian), karena ada hal yang menjadi pertanyaan-pertanyaan gitu. Mungkin (OTT) ini sebagai tindak lanjutnya," jelas dia.

Maka, Daniel mengatakan Bareskrim juga belum ada rencana untuk mengambil alih kasus tersebut atau memindahkan proses penanganannya ke Satgas Pangan Mabes Polri.

"Setingkat Polda harus mampu menangani perkara korupsi," katanya.

Untuk diketahui, operasi tangkap tangan terhadap Dinas Pertanian Padang Lawas diduga tindak pidana korupsi pemotongan dana bantuan kepada kelompok tani serta pembiayaan kegiatan fasilitas penerapan budidaya padi dan palawija di Dinas Pertanian tahun anggaran 2018.

Selain mengamankan AN, diamankan juga tiga orang anggota yakni Kabid Tanaman Pangan dan Horikultural MHH, Kasi Produksi Dinas Pertanian JPS dan seorang staf AR.

Polisi juga mengamankan tiga orang petani yakni IMH, ANH dan DS. Kemudian, polisi juga menyita barang bukti total Rp1,8 miliar dalam bentuk uang tunai dan buku rekening. [fad]

Komentar

Embed Widget
x