Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 16:05 WIB

KPK Diminta Lanjutkan Kasus Suap Dirjen Hubla

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 9 Agustus 2018 | 22:05 WIB

Berita Terkait

KPK Diminta Lanjutkan Kasus Suap Dirjen Hubla
Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tak berhenti mengusut dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pasca menghukum Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono 5 tahun penjara, KPK harusnya menelisik dugaan keterlibatan orang di atas Tonny.

"Biasanya memang Menteri mengetahui apa yang dilakukan Dirjen. Makanya dari itu KPK harus panggil Menteri - nya, masa Menteri tak tahu apa tupoksi Dirjen sendiri," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi saat dihubungi, Kamis (10/8/2018).

Sangat kuat kata Uchok, alasan KPK untuk memeriksa Budi Karya. Sebab sebagai atasan, harus bertanggungjawab atas kinerja bawahannya. Dalam hal ini Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono.

Sebelumnya Pengamat Kebijakan Publik Dr.Ichsanuddin Noorsy menyatakan, sangat mustahil PT. Adhiguna Keruktama bisa menang proyek secara berturut-turut hingga 8 (delapan) paket, bila tanpa ada dukungan tangan kuat yang tidak kelihatan dibelakangnya.

"'Orang kuat' itu levelnya tentu diatas Dirjen, dan ini yang harus ditelisik tuntas penyidik KPK. Karena tidak mungkin bisa menang berturut-turut bila tanpa diwarnai suap," ujarnya.

KPK sendiri sebelumnya memastikan akan terus mengembangkan dugaan korupsi pasca Tonny.

Seperti diketahui, anak buah Budi Karya Sumadi ini ditangkap KPK bersama-sama Adiputra Kurniawan, Komisaris PT. Adhiguna Keruktama, terkait suap proyek pengerukan pelabuhan Tanjung Mas.

Total uang suap yang disita dari tangan Antonius Tony Budiono yang berserakan dalam 33 tas di kamarnya sebesar Rp. 20 miliar, bersumber dari berbagai proyek dan pengurusan jasa perijinan, salah satunya setoran dari organisasi INSA (Indonesian National Shipowners Association). [hpy]

Komentar

Embed Widget
x