Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 02:55 WIB

Disebut Koalisi Kardus, Ini Respon Gerindra

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 9 Agustus 2018 | 16:11 WIB

Berita Terkait

Disebut Koalisi Kardus, Ini Respon Gerindra
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade merespon dingin pernyataan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah yang menyindir koalisi kubu Prabowo adalah koalisi Kardus Kosong.

"Satu hal yang perlu dipahami Pak Inas yang menyatakan koalisi Indonesia Kerja, yang masyarakat ketahui tentang koalisi Pak Jokowi itu satu hal bahwa banyak tidak menepati janjinya. Koalisi Kerja Pak Inas itu banyak tidak menepati janji," katanya di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Andre menyampaikan sejumlah fakta di masyarakat semisal harga bahan pokok yang tinggi. Dia juga menyebut kondisi masyarakat makin susah di era pemerintahan Jokowi.

"Kedua, yang katanya kerja tapi masyarakat kok makin susah. Bahkan harga ayam sama harga telur hampir. Katanya kerja, kerjanya di mana?" ketusnya.

Andre tak mau mengomentari pernyataan Inas lebih lanjut. Dia mengatakan Gerindra saat ini sedang fokus merampungkan koalisi Pilpres 2019.

"Saya sebenarnya malas ya, menanggapi pernyataan Pak Inas ini. Terus terang ini kami lagi fokus membereskan koalisi Pak Prabowo. Kami tidak tertarik membahas ini," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan koalisi pendukung Joko Widodo adalah Koalisi Indonesia Kerja. Sedangkan kubu Prabowo disebut koalisi Kardus Kosong.

"Kalau kita Koalisi Indonesia Kerja. Di sebelah koalisi kardus kosong, karena kan sudah dapat julukan kardus," katanya di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Istilah kardus ini muncul setelah Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus. Andi juga menuding Sandiaga Uno membayar PAN dan PKS Rp 500 Miliar agar bisa diterima sebagai cawapres Prabowo. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x