Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:45 WIB

Cawapres Pilihan Jokowi Jatuh ke Mahfud MD?

Oleh : Fadhly Zikry | Kamis, 9 Agustus 2018 | 04:00 WIB
Cawapres Pilihan Jokowi Jatuh ke Mahfud MD?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Jokowi mulai membocorkan sosok Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan mendampinginya pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Meski hanya menyebut inisial M, nama Cawapres Jokowi pun mulai dapat dilihat.

Sederet nama yang selama ini berhembus menjadi Cawapres Jokowi yang berinisial M diantaranya yaitu, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, Ketua MUI Ma'ruf Amin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy.

Muncul pula nama-nama lain yang diselorohkan seperti Ketua Umum Golkar Airlanngga Hartarto yang disebut Mas Airlangga, kemudian Menko PMK Puan Maharani yang disebut Mbak Puan, Menteri KKP Susi Pudjiastusi, Mbak Susi.

Bocoran Cawapres Jokowi selanjutnya diungkap oleh Romahurmuziy (Romi). Melalui akun twitternya @MRomahurmuziy, dia menuliskan ciri-ciri Cawapres yang telah dipilih Jokowi. Diantaranya sosok tersebut telah malang melintang didunia pemerintahan dan legislatif. Romi juga menyebutkan sosok Cawapres Jokowi juga dari kalangan ormas Islam terbesar di Indonesia. Kemudian lanjut Romi, bahwa Cawapres Jokowi tersebut sudah final dan tinggal diumumkan.

Jika merujuk pada penjelasan Romi, sosok tersebut tertuju pada Mahfud MD. Diantara 10 nama yang pernah diungkapnya, Mahfud lah satu-satunya sosok yang pernah malang melintang didunia pemerintahan.

Untuk diketahui, Mahfud sendiri pernah menjadi anggota DPR, dia juga pernah menjadi Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur. Selain itu Mahfud juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Kini Mahfud menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah BPIP.

Mahfud sendiri kepada INILAHCOM pernah mengatakan, bahwa dirinya akan mengikuti alur politik. Dirinya tidak pernah meminta jabatan kepada Jokowi.

"Embusan berita dan aspirasi tentang saya sbg cawapres Pak Jokowi itu mamang ada. Tapi percayalah, belum pernah ada pembicaraan resmi dgn saya tentang itu. Saya pun tak pernah berusaha untuk meminta dicalonkan atau meminta dimasukkan ke survai-survai. Lembaga2 survai itu punya pilihan dan metodenya sendiri.

Saya hanya menikmati berita itu sebagai pengamat politik dan ketatanegaraan yang memang menarik utk dibaca. Saya sering bertemu dgn Pak Jokowi tetapi tidak pernah sekali pun betbicara tentang Pilpres atau pun cawapres.

"Urusan cawapres itu adalah soal kesepakatan capres dan parpol-parpol yang mengusungnya. Mari percayakan saja kepada mereka utk menentukan sesuai dgn hak konstitusionalnya. Saya tahu posisi saya yang bukan orang partai sehingga tak tepat kalau ingin jadi cawapres. Kita hargai dan hormati saja parpol-parpol dan capres yang diusungnya utk memutuskan itu. "Yang penting, Indonesia harus menjadi lebih baik". prinsipnya, saya tidak ingin tapi bukan berarti tidak mau. "Tergantung panggilan sejarah dan takdir Tuhan saja," kata Mahfud kepada INILAHCOM Juni lalu.

Jokowi sendiri dijadwalkan akan mengumumkan Cawapresnya secara resmi pada hari akhir masa pendaftaran Capres-Cawapres, Jumat (10/8). Apakah benar pilihan Jokowi jatuh ke Mahfud, ditambah lagi goyangnya koalisi Gerindra-Demokrat pasca pernyataan keras dari politikus partai Demokrat Andi Arief terhadap Prabowo, tinggal menunggu saja. [fad]

Komentar

x