Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 04:27 WIB

Saksi Akui Serahkan Rp2,8 M ke Ipar Walkot Kendari

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 8 Agustus 2018 | 19:34 WIB
Saksi Akui Serahkan Rp2,8 M ke Ipar Walkot Kendari
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Seorang staf bagian pemasaran PT Sarana Bangun Nusantara, Hidayat, mengaku pernah menyerahkan uang Rp2,8 miliar kepada ipar Wali Kota Kendari, Wahyu Ade Pratama.

Hal itu dikatakan Hidayat saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/7/2018).

"Setelah penyidikan saya baru tahu itu iparnya Pak Adriatma," kata Hidayat saat bersaksi untuk terdakwa Asrun selaku Wali Kota Kendari periode 2012-2017 dan Adriatma Dwi Putra selaku Wali Kota Kendari periode 2017-2022.

Perintah penyerahan uang itu datang langsung dari Direktur Utama PT SBN Hasmun Hamzah.

Awalnya, Hasmun meminta Hidayat menyiapkan uang tunai Rp2,8 miliar. Uang tersebut diminta untuk dibungkus menggunakan kardus.

Setelah itu, Hidayat diminta untuk memindahkan kardus berisi uang itu ke mobil milik Wahyu. Menurut Hidayat, uang Rp2,8 miliar itu diambil dari uang kas perusahaan sebesar Rp1,3 miliar.

"Sementara, uang Rp1,5 miliar sisanya diambil dari rekening perusahaan di Bank Mega," ucapnya.

Dalam kasus ini, Asrun dan Adriatma didakwa menerima uang Rp2,8 miliar dari Direktur PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah.

Uang itu diberikan agar Adriatma selaku Wali Kota menyetujui Hasmun mendapatkan jatah proyek untuk pekerjaan multi years pembangunan jalan Bungkutoko-Kendari New Port tahun 2018-2020. Selain itu, Asrun sendiri didakwa menerima Rp4 miliar dari Hasmun Hamzah.

Menurut jaksa, uang itu diduga diberikan karena Asrun, saat menjabat Wali Kota, menyetujui Hasmun mendapatkan jatah proyek di Pemkot Kendari.[jat]

Komentar

x