Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 06:10 WIB

Mahfud MD Bukan Cawapres Pilihan Jokowi?

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 8 Agustus 2018 | 17:59 WIB
Mahfud MD Bukan Cawapres Pilihan Jokowi?
Mahfud MD - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tersisa dua hari lagi masa pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden, nominator Cawapres di koalisi kandidat petahana Joko Widodo kian mengerucut pada satu nama. Nama Mahfud MD menguat sebagai figur pilihan Jokowi dan koalisinya.

Nama Mahfud MD menyeruak sebagai kandidat wakil presiden terkuat untuk mendampingi Jokowi, kandidat presiden petahana. Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuzy melalui akun twitternya menuliskan sejumlah kata kunci terkait dengan kandidat wapres yang bakal mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Romi, kandidat cawapres Jokowi merupakan sosok yang melengkapi pelangi NKRI yakni perpaduan nasionalis-relijius. Selain itu, Romi juga menyebutkan figur yang dipilih Jokowi merupakan sosok yang memiliki pengalaman paling luas dalam segala ranah pemerintahan.

"Dia melengkapi pelangi NKRI dimana presiden dan wapres selalu mengikuti pola nasionalis-religius sebagaimana sejak Desember 2017 lalu secara konsisten saya sampaikan. Dia juga memiliki pengalaman paling luas dalam segala ranah pemerintahan," tulsi Romi, Rabu (8/8/2018).

Selain itu, Romi menyebutkan figur yang dipilih Jokowi juga mewakili warna religiusitas ormas Islam terbesar di Indonesia serta telah malang-melintang dalam aneka jabatan publik sejak reformasi. "Dan yang pasti, seperti sudah saya tegaskan tidak akan keluar dari 10 nama yang saya pernah saya sampaikan Juli lalu," tambah Romi.

Kata kunci yang disebutkan Romi membawa publik khususnya warga internet (citizen internet) mengarah pada sosok Mahfud MD. Dari sejumlah kriteria yang ditulis Romi, Mahfud masuk dalam kriteria yang ditulis Romi.

Mahfud dikenal memiliki pengalaman di tiga cabang kekuasaan politik baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif. Mahfud pernah menjadi Menteri Pertahanan di era pemerintahan Gus Dur. Mahfud juga pernah menjadi anggota Komisi III DPR RI mewakili Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB). Di jabatan cabang kekuasaan yudikatif, Mahfud juga pernah menjadi hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) bahkan pernah menduduki jabatan tertinggi di institusi hasil reformasi tersebut.

Di samping itu, latar belakang Mahfud yang merupakan santri dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga merepresentasikan sebagai sosok yang relijius. Mahfud juga dikenal dekat dengan kalangan warga NU. Di struktur NU, Mahfud didapuk sebagai Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), badan otonom milik NU.

Meski demikian, Mahfud sempat disebut sebagai sosok yang tidak merepresentasikan NU. Sejumlah kiai di Jawa Timur menyebut Mahfud bukanlah representasi kader NU. Masuknya Mahfud dalam jejaring NU, semenjak Gus Dur menjadikan Mahfud sebagai Menteri Pertahanan di era Kabinet Persatuan Nasional.

Namun, anggapan Mahfud bukan kader NU, tampak secara tidak langsung ditepis Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Melalui akun twitternya Lukman menyebutkan ukuran ke-NU-an seseorang tidak dilihat apakah yang bersangkutan pengurus NU atau anaknya tokoh NU atau bukan. "Mereka yg pikiran, perilaku, dan sikap keagamaan dan kemasyarakatannya sesuai Khittah NU, itulah orang NU," tulis Lukman.

Pertanyaannya apakah sosok Mahfud yang dimaksud Romi sebagai pendamping Jokowi? Informasi INILAH.COM di parlemen mengungkapkan jika Jokowi memilih Mahfud MD, maka partai politik di internal koalisi akan menarik dukungan. "Jika Mahfud serius dipilih Jokowi, resistensi muncul di internal koalisi. Paling nyata PKB potensial keluar barisan," sebut anggota DPR yang juga kader NU ini.

Saat dikonfirmasi soal kicauan Romi tentang figur yang dimaksud, politisi di Parlemen lainnya yang masuk dalam barisan koalisi Jokowi mengungkapkan figur yang dimaksud Romi bukanlah Mahfud MD. "Bukan Mahfud MD," tepis sumber tersebut.

Kriteria yang disebut Romi jika disandingkan pada 10 figur yang pernah dirilis sebagai kandidat Cawapres Jokowi, sebenarnya tidak menjadi hak eksklusif sosok Mahfud MD. Sosok lainnya yang mewakili ormas Islam besar di Indonesia adalah sosok KH Ma'ruf Amin. Ia saat ini menjadi Rois Aam PBNU. Selain itu ia juga menjadi Ketua Umum MUI.

Pengalaman Ma'ruf Amin juga tak kalah lengkap dengan Mahfud MD. Pengalaman di eksekutif dan legislatif pernah ia alami. Seperti ia pernah pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi PKB. Selain itu, di bidang eksekutif Ma'ruf juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era pemerintahan SBY

Jika skenario Cawapres Jokowi adalah Ma'ruf Amin, resistensi politik di internal koalisi relatif minim. Setidaknya, dari sisi usia, Ma'ruf Amin tak lagi memiliki ambisi politik di Pemilu 2024 mendatang . Ma'ruf juga bisa diterima semua komponen masyarakat di kalangan Islam khususnya. Terkhusus, NU besar kemungkinan solid memberikan dukungan kepada kiai tertingginya.

Situasi tersebut berbeda jika Jokowi memilih Mahfud MD sebagai Cawapres karena akan menimbulkan resistensi di internal koalisi. Tidak hanya itu, Mahfud juga ibarat anak macan yang bisa saja akan mencuat figurnya dalam Pemilu 2024 jika kelak terpilih mendampingi Jokowi di periode 2019-2024. Kondisi yang tentu tidak diinginkan parpol koalisi.

Atas situasi ini, rasanya mustahil Jokowi memilih Mahfud sebagai Cawapresnya, risiko politiknya lebih besar dibanding memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Komentar

x