Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 16:50 WIB

Ketua DPR Minta Driver Ojol Batalkan Aksi 188

Rabu, 8 Agustus 2018 | 15:40 WIB

Berita Terkait

Ketua DPR Minta Driver Ojol Batalkan Aksi 188
Ketua DPR Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo merespons ancaman para pengemudi atau driver ojek berbasis aplikasi (online) yang akan berunjuk rasa saat pembukaan Asian Games XVIII pada 18 Agustus mendatang. Menurutnya, harus ada solusi agar para driver ojek online (ojol) tidak berdemo saat pembukaan pesta olah raga negara-negara di Asia itu.

Bamsoet -panggilan akrabnya- mengatakan, rencana para driver ojol menggelar demo bertitel Aksi 188 saat pembukaan Asian Games 2018 berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, citra Indonesia akan kena imbasnya jika para pengemudi ojek online merealisasikan ancaman mereka berdemo saat pembukaan Asian Games 2018.

"Hal tersebut akan mengganggu aktivitas masyarakat saat pembukaan Asian Games 2018. Padahal Asian Games 2018 merupakan event internasional yang membawa nama baik bangsa dan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk turut menyukseskannya," ujar Bamsoet, Rabu (8/8).

Legislator Partai Golkar itu meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polri bisa mendekati para driver ojol. Tujuannya agar tak para pengemudi ojek yang kondang dengan slogan Salam Satu Aspal itu tak menggelar demo saat pembukaan Asian Games 2018.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Kemenhub, perusahaan penyedia aplikasi angkutan online atau aplikator dan para driver segera duduk bersama guna mencari solusi atas persoalan yang ada. Menurutnya, harus ada kajian tentang besaran tarif ojek online yang disesuaikan jarak tempuh dan disepakati bersama.

"Selanjutnya Kemenhub menetapkan kesepakatan itu sebagai dasar hukum bagi pelaksanaan tarif ojek online. Bagaimanapun pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojek online," pungkasnya.

Sebelumnya para pengemudi ojek online menyampaikan rencana mereka menggelar demo saat opening ceremony atau pembukaan Asian Games 2018 menyusul pembicaraan dengan dua aplikator, Go-Jek dan Grab yang berakhir buntu. Para pengemudi menginginkan adanya standar tarif Rp 3.000 per kilometer.

Namun, pihak aplikator belum menyetujuinya. Akhirnya, para pengemudi ojek online menyiapkan demo bertitel Aksi 188 pada 18 Agustus mendatang atau bersamaan dengan pembukaan Asian GAmes 2018. [rok]

Komentar

Embed Widget
x