Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 01:25 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabendum PPP

Oleh : Ivan Sethyadi | Rabu, 8 Agustus 2018 | 11:23 WIB

Berita Terkait

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabendum PPP
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah sempat mangkir dalam panggilan pertama, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Puji Suhartono kembali dipanggil KPK, Rabu (8/8/2018).

Puji sedianya akan dimintai keterangannya terkait kasus dugaan suap dana perimbangan daerah."Barusan (Puji Suhartono) sudah datang. Iya, penjadwalan ulang," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (8/8/2018).

Pada panggilan pemeriksaan, Senin, 6 Agustus 2018, Puji Suhartono mangkir alias tidak hadir dengan mengirimkan surat ke KPK.

KPK sendiri sedang mengembangkan kasus yang menyeret PNS Kemenkeu Yaya Purnomo dan anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono. Pengembangan bisa dilakukan ke sejumlah anggota DPR, pejabat Kemenkeu, ataupun pejabat daerah.

"Pengembangan itu bisa saja dilakukan ke sektor manapun, sepanjang memang ada bukti yang mendukung. Jadi tidak bisa kemudian (pengembangan) diarahkan pada satu pihak ke pihak lain," ungkap Febri.

Sebelumnya tim penyidik menggeledah tiga lokasi terkait kasus ini. Tiga lokasi itu yakni, kediaman Puji Suhartono, di Graha Raya Bintaro, rumah dinas anggota DPR fraksi PAN di Kalibata, dan Apartemen milik tenaga ahli anggota DPR fraksi PAN di Kalibata City.

Dari apartemen tenaga ahli anggota DPR fraksi PAN, tim menyita satu unit mobil jenis Toyota Camry. Kemudian, dari kediaman Puji Suhartono, tim menyita uang sebesar Rp1,4 miliar dalam pecahan Dollar Singapura. Sedangkan dari rumah dinas anggota DPR fraksi PAN, KPK hanya menyita dokumen.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P tahun anggaran 2018. Keempatnya yakni, Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono, PNS Kemenkeu, Yaya Purnomo, perantara suap, Eka Kamaluddin, serta pihak swasta, Ahmad Ghiast.

Amin Santono diduga telah menerima uang suap sebesar Rp500 juta dari dua proyek di Kabupaten Sumedang dengan nilai total proyek sekira Rp25 miliar. uang Rp500 juta tersebut diduga bagian dari total komitmen fee sebesar Rp1,7 miliar.

Uang tersebut diberikan kepada Amin Santono dari seorang kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang, Ahmad Ghiast.

Sementara itu, PNS Kemenkeu Yaya Purnama berperan bersama-sama serta membantu Amin Santono meloloskan dua proyek di Pemkab Sumedang. Dua proyek tersebut yakni, proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang dan proyek di Dinas PUPR Sumedang. [rok]

Komentar

Embed Widget
x