Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:45 WIB

Tiongkok Keluarkan Travel Advisory ke Lombok

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 7 Agustus 2018 | 19:11 WIB
Tiongkok Keluarkan Travel Advisory ke Lombok
Menteri Pariwisata Arief Yahya - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pihaknya terus memantau kondisi wisata di Lombok, NTB pasca terjadinya gempa berkekuatan 7,0 skala richter (SR) pada akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan, fokus Kemenpar untuk Lombok sebagai salah satu destinasi wisata di tanah air ialah memberikan informasi kepada publik terkait keamanan daerah tersebut, membantu pelayanan wisatawan yang masih berada di sana serta pemulihan pasca gempa.

"Hampir setiap jam Kemenpar mengeluarkan official statement agar bisa diacu, tidak menjadi berita hoax atau berita bohong. Di suatu pulau terjadi eksodus besar-besaran itu karena hoax dikhawatirkan terjadi tsunami di situ. Rekan-rekan TNI dan Polri melakukan penyisiran di Pulau Gili, Lombok," ujar Menpar di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Ia mengharapkan agar penanganan pasca bencana di Lombok segera tuntas. "Sehingga semua wisatawan bisa diantar ke Lombok dan dari Lombok menuju ke tiga destinasi utama, yaitu Bali, Jakarta dan Surabaya," ucapnya.

Lebih lanjut, Arief memastikan Kemenpar akan membantui perbaikan fasilitas wisata di Lombok yang terkena dampak gempa. Fasilitas itu antara lain perumahan rakyat hingga perhotelan.

"Akan kami recovery, termasuk perumahan rakyat, hotel dan sebagainya dilakukan pemulihan. Sementara ini tanggap daruratnya tiga minggu. Kita lihat kalau tiga minggu sudah selesai, dilakukan recovery," katanya.

Di samping itu, Menpar memantau sudah ada beberapa negara yang mengeluarkan imbauan berpergian (travel advisory) ke Lombok bagi warganya.

Imbauan ini, lanjutnya, bukanlah larangan berpergian atau travel warning. Dengan demikian, ia memastikan Lombok tidak dimasukkan ke dalam daftar hitam destinasi wisata luar negeri.

"Contohnya Tiongkok bukan mengeluarkan travel warning tapi travel advisory, itu khusus untuk Lombok. Kami memahami hal seperti itu karena memang kewajiban suatu negara mengingatkan warganya yang berada di daerah yang terkena bencana. Sampai tadi pagi baru Tiongkok yang saya dengar. Untuk negara lainnya tidak," paparnya.

Arief pun menyampaikan ucapan terima kasih untuk Australia karena tidak mengeluarkan imbauan berpergian ke Indonesia pasca terjadinya gempa di Lombok.

"Saya terima kasih terutama Australia, perdana menterinya langsung berbela sungkawa dan tidak mengeluarkan travel advisory. Tidak seorang pun menginginkan terjadinya bencana," pungkasnya. [ton]

Komentar

x