Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:56 WIB

Soal Berani Diajak Berantem, PPP: Normatif Saja

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 5 Agustus 2018 | 18:45 WIB
Soal Berani Diajak Berantem, PPP: Normatif Saja
Wasekjen PPP Achmad Baidowi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen PPP Achmad Baidowi menilai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada relawannya untuk berani diajak berantem soal hoax adalah hal yang normatif. Pernyataan ini diminta untuk tidak dilihat sepotong-sepotong.

"Kami kira itu normatif saja, artinya meminta para pendukung untuk tidak tebar permusuhan apalagi kebencian. Namun, ketika diserang ya tidak boleh berdiam diri namanya saja pertarungan politik," katanya di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Sebelumnya, Sekjen PPP Arsul Sani ikut mengomentari terkait kritik yang belakangan dilayangkan bagi Presiden Joko Widodo terkait pernyataanya 'Berani berani diajak berantem' di depan relawannya. Menrutnya, arahan Jokowi itu adalah dalam konteks bicara soal hoax.

"Konteksnya Jokowi sedang bicara tentang hoax, ujaran kebencian dan fitnah yang dikembangkan via medsos atau dunia maya," katanya di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Sebelumnya, Gerindra menyayangkan arahan Joko Widodo (Jokowi) yang meminta relawannya berani jika diajak berantem. Menurut Gerindra, pernyataan Jokowi itu mendorong kekerasan.

"Presiden pakai kata-kata 'tapi kalau diajak berantem juga berani', seakan-akan presiden menganjurkan bahwa relawan Pak Jokowi beradu fisik dengan relawan Pak Prabowo. Dengan pernyataan presiden itu kan tidak etis ya. Presiden secara tidak langsung menganjurkan kekerasan dalam Pemilu 2019, ini nggak bener," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Minggu (5/8/2018). [hpy]

Komentar

x