Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:46 WIB

Moeldoko: Dunia Kagum Demokrasi di Indonesia

Oleh : - | Jumat, 3 Agustus 2018 | 22:00 WIB
Moeldoko: Dunia Kagum Demokrasi di Indonesia
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan dunia internasional dan negara-negara sahabat kagum dengan demokrasi yang berjalan di Indonesia.

Mantan Panglima TNI ini menyampaikan hal itu ketika diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri ajang Open Government Partnership (OGP) Global Summit di Georgia beberapa waktu lalu. Menurut dia, Indonesia berhasil menyelenggarakan Pilkada di 171 daerah secara serentak.

"Mereka terheran-heran, Indonesia sebagai negara yang sangat besar dan sangat plural, baru saja selesai Pilkada Serentak di daerah sebanyak itu," kata Moeldoko.

Ia mengatakan mungkin suhu politik di Indonesia semakin meningkat sekarang, karena akan dilakukan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 mulai tanggal 4 sampai 10 Agustus 2018. Sehingga, kematangan demokrasi di Indonesia kembali diuji untuk perhatian dunia.

"Sejauh ini demokrasi di Indonesia dianggap sudah cukup matang, karena tidak ada konflik horizontal yang muncul meski persaingan antara masing-masing kubu politik terjadi cukup ketat," ujarnya.

Dengan demikian, Moeldoko berharap keberhasilan-keberhasilan tersebut dapat dipertahankan untuk bisa menjadi contoh bagi negara-negara dunia terutama dalam kaitan keamanan dan kondusivitas saat pelaksanaan pemilu.

"Ini menunjukkan kematangan demokrasi di Indonesia, perlu negara lain melihat Indonesia. Model seperti ini sangat menarik untuk negara-negara OGP," jelas dia.

Sementara Anggota Komisi II DPR, Achmad Baidowi menilai sistem demokrasi Indonesia yang ada saat ini sudah menunjukkan kemajuan yang cukup baik.

"Alhamdulillah, itu menunjukkan indeks demokrasi Indonesia tinggi," kata dia.

Menurut dia, kemajuan yang pesat itu terlihat dari kedewasaan masyarakat dalam menyikapi pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dimana masyarakat bisa menerima apapun hasilnya meskipun masih ada kekurangannya.

Misal, kata Baidowi, mempertahankan demokrasi sesuai jalur dan aturan yang ada serta merealisasikan kesejahteraan rakyat. Selain itu, masih ditemukan praktik politik uang, penggunaan isu SARA dan penyebaran berita bohong.

"Untuk itu, perlu ada penguatan dalam ketentuan perundang-undangan," tandasnya.[tar]

Tags

Komentar

x