Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 18:57 WIB

Propam Investigasi Kasus Kapolsek Sampoabalo

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 3 Agustus 2018 | 20:26 WIB

Berita Terkait

Propam Investigasi Kasus Kapolsek Sampoabalo
Wakapolri Komjen Syafruddin - (Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Kapolsek Sampoabalo, Sulawesi Tenggara, Iptu Suwoto tak sengaja menembakan senjata api dan terkena anggotanya Brigadir Sanusi hingga akhirnya meregang nyawa ketika menghalau dua Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang tawuran di Desa Gunung Jaya Kecamatan, Siotapina Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan Divisi Propam Mabes Polri telah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. Apakah Iptu Suwoto melakukan pelanggaran hingga mengakibatkan anggotanya meninggal dunia.

"Sedang diperiksa (Iptu Suwoto). Propam sudah berangkat. Nanti dilihat kadar kesalahannya," kata Syafruddin di Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Syafruddin belum dapat memastikan sanksi yang diberikan terhadap Iptu Suwoto. Menurutnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Divisi Propam Mabes Polri.

Sementara itu, Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan kejadian hingga Brigadir Sanusi meninggal pada Selasa (31/7/2018).

Andi menjelaskan kronologis kejadiannya yakni ketika Kapolsek Sampoabalo mendapatkan laporan bahwa terjadi tawuran antara sekolah MAN 2 Siontapina yang melibatkan pelajar dari Desa Sampoabalo dengan pelajar Desa Gunung Jaya.

Selanjutnya, ketika Kapolsek Sampoabalo datang ke lokasi bersama empat anggotanya dengan bermaksud menghalau para pelajar yang melakukan tawuran. Sehingga Kapolsek Sampoabalo mengeluarkan tanda peringatan dengan menembakan senjata api.

"Saat menghalau massa Kapolsek Sampoabalo Iptu Suwoto terjatuh dalam kondisi memegang senpi jenis revolver, dan pada saat bangun kapolsek melihat Brigpol Sanusi terjatuh dalam keadaan jongkok sambil memegang kepala," kata Andi melalu keterangan tertulis, Jumat (3/7/2018).

Kemudian, Brigadir Sanusi sempat dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun, tak berselang nyama korban menghembuskan nafas terakhirnya.

"Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Puskesmas lalu kemudian dibawa ke RSUD Pasarwajo," ujar Andi. [rok]

Komentar

Embed Widget
x