Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 01:28 WIB

Makna Perjamuan Jokowi-JK untuk Anies Baswedan

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 3 Agustus 2018 | 18:40 WIB

Berita Terkait

Makna Perjamuan Jokowi-JK untuk Anies Baswedan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Satu bulan terakhir, nama Anies Baswedan menjadi bulan-bulanan warga internet. Sejumlah tindakan Anies Baswedan di DKI Jakarta mendapat kritikan keras dari warga internet. Namun, situasi berubah total saat Jokowi dan JK mengapresiasi kerja Anies. Apa makna di balik perjamuan ini?

Perisakan warga internet (netizen citizen) terhadap kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan nyaris satu bulan terakhir ini cukup intens. Mulai soal penanganan bau Kali Item di kawasan Kemayoran, pemasangan bendera negara peserta Asian Games dengan bambu, beutifikasi jalanan Jakarta, soal trotoar di jalan protokol Jalan Sudirman, termasuk perobohan Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) yang digantikan dengan "pelican crossing" di sekitar bundera selamat datang Hotel Indoensia (HI).

Namun, situasi berubah drastis saat Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla mengapresiasi kerja Anies. Tak sekadar apresiasi, kedua pimpinan tertinggi di eksekutif pemerintahan itu menjajal hasil kerja Anies Baswedan.

Seperti yang dilakukan Jokowi pada Kamis (2/8/2018) setelah melakukan pengecekan trotoar di sepanjang jalan Sudirman, Jokowi yang didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjajal pelican prossing. Jokowi mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Menurut Jokowi, pelican crossing sebagai pengganti jembatan penyeberangan orang (JPO) itu akan memudahkan masyarakat untuk menyeberang karena tidak perlu naik ke jembatan. "Dari sisi estetika, jembatan penyeberangan orang kalau di sini secara estetika menganggu," sebut Jokowi.

Apresiasi Jokowi ini tentu mematahkan perisakan oleh warga internet yang selama ini menimpa Anies Baswedan atas kinerja di DKI Jakarta. Jokowi tampak menjamu Anies dengan dukungan secara demonstratif ke hadapan publik.

Usai Jokowi memberi apresiasi atas kerja Anies, Jumat (3/8/2018) giliran Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengapresiasi kerja Anies dalam menghilangkan aroma bau tak sedap dari Kali Item di Kemayoran Jakarta Pusat.

Momen kunjungan Wapres JK, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Wisma Atlit, Kemayoran dimanfaatkan meninjau langsung Kali item yang diselimuti waring. Pemasangan waring ini, termasuk yang paling banyak disorot oleh warga internet. Anies dirisak oleh warga internet dengan membandingkan dengan kerja Basuki Tjahaja Purnama saat memimpin Jakarta.

Bukan JK jika tak beraksi spontan. Dalam kesempatan tersebut JK mengambil buah pisang dan mengajak rombongan termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menpora Imam Nahrawi serta Menteri PUPR untuk makan pisang bersama di pinggiran kali item. JK bertanya kepada rombongan sambil makan pisang "Masih bau enggak?" tanya JK. "Enggak Pak," jawab rombongan yang turut serta makan pisang.

Aksi JK dan rombongan tentu meruntuhkan tudingan soal ketidakefektifan pemasangan waring di atas kali tersebut. Kehadiran JK di pinggir Kali Item serta makan pisang di pinggiran kali seolah ingin menegaskan bahwa kerja Anies untuk menghilangkan bau kali item berhasil.

Perjamuan Jokowi-JK terhadap kerja Anies ini dalam konteks penyambutan Asian Games yang akan dimulai pada 18 Agustus 2018 mendatang sebagai upaya penegasan bahwa Jakarta siap menyambut pelaksanaan Asian Games. Anies Baswedan yang selama hampir sebulan dirisak oleh warga internet atas kerjanya, benar-benar dijamu oleh dukungan Jokowi-JK.

Dalam konteks lainnya, pengakuan Jokowi-JK terhadap kinerja Anies Baswedan dalam konteks Pemilu 2019, bisa saja Anies Baswedan masuk dalam skenario politik dari kubu kandidat petahana termasuk Jusuf Kalla. Terlebih di saat bersamaan, nama Anies kian tenggelam di tengah hiruk pikuk menguatnya Prabowo Subianto sebagai capres dengan sejumlah nama calon wapres yang mencuat seperti Ustadz Abdul Somad, Salim Assegaf hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Komentar

Embed Widget
x