Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:46 WIB

Waketum DMI: Kami Hanya Mengurusi Masjid

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 3 Agustus 2018 | 16:23 WIB
Waketum DMI: Kami Hanya Mengurusi Masjid
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Syafruddin bicara soal berpolitik di dalam masjid.

Menurut dia, selain untuk ibadah, masjid juga digunakan untuk aktivitas masyarakat siapapun tanpa terkecuali.

"Masjid itu dari jaman Rasulullah adalah tempat segala-galanya. Tempat melakukan sosialisasi, pengajian, akad nikah, dan sekarang ini yang lagi tren dilakukan oleh anak-anak remaja masjid itu adalah melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid," kata Syafruddin di kantor DMI, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Syafruddin yang juga menjabat sebagai Wakapolri ini ditanyai soal orang-orang yang berpolitik di Masjid. Menurut dia, sebagai pengurus masjid, kewenangan untuk larangan berpolitik di Masjid ada di ranah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"DMI itu yang mengurusi masjid hanya mengurusi orang yang beribadah. Anda pikirkan saja sendiri. Kalau nanya soal politik di dalam masjid itu urusan MUI. Kami hanya mengurusi masjid, kami tidak mau melampaui kewenangan MUI," jelas Syafruddin.

"Saya pengurus masjid, bukan mengurus orang. Kami di DMI tidak mengatur orang. Itu aturannya ada di MUI," imbuh dia.

Syafruddin menambahkan Masjid juga dapat menumbuhkan ekonomi rakyat. Salah satunya yakni dengan menggelar tabligh Akbar, dimana di sekitar masjid akan ada kuliner-kuliner dari UKM.

"Banyak sekali produknya dan bekerja sama dengan perusahaan yang bisa membuat pasar di masjid artinya pasarnya di halaman masjid seperti kuliner dan lain-lain. Sekarang dikelola oleh remaja masjid untuk berdayakan ekonomi berbasis masjid belum lagi wisata religi berbasis masjid. Kita fokus disitu dan tidak bisa lepas dari masalah keumatan, ulama dan ustad ini semua kita sinkronkan. Masjid tempat ibadah dan aktivitas," tambahnya. [ton]

Komentar

x