Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 19:03 WIB

Ikut Caleg, 5 Kades di Mojokerto Mengundurkan Diri

Jumat, 3 Agustus 2018 | 12:11 WIB

Berita Terkait

Ikut Caleg, 5 Kades di Mojokerto Mengundurkan Diri
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Sebanyak lima Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto mendaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum (PKU) Kabupaten Mojokerto. Kelimanya langsung mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Mojokerto, Supoyo mengatakan, ada lima kades yang menyerahkan berkas pengunduran diri. "Sampai saat ini, masih 5 yang mengundurkan diri. Sepertinya lebih daru itu," ungkapnya, Jum'at (3/8/2018).

Masih kata Supoyo, langkah pengunduran diri dari jabatan sebagai kades tersebut memang harus diambil karena sesuai aturan. Yaknu kades memang dilarang berpolitik sehingga saat berpolitik maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Pemkab Mojokerto, Ardi Sepdianto mengaku, jika pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri lima kades tersebut. "Iya benar, ada lima kades yang mengundurkan diri karena nyaleg," ujarnya.

Pasca menerima surat pengunduran, masih kata Ardi, pihaknya langsung menerbitkan surat keterangan untuk memproses surat pengunduran diri tersebut hingga diterbitkannya Surat Keterangan (SK) Bupati Mojokerto. Surat keterangan tersebut sebagai salah satu syarat pendaftaran di KPU.

"Sebelum SK pemberhentian turun, mereka masih menjalankan tugasnya. Sejak SK pemberhentian nanti turun, mereka sudah tidak lagi berhak menyandang jabatan tersebut (kades). Dengan membuat surat pengunduran diri, mereka tidak bisa mencabutnya," jelasnya.

Ardi menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah mengumpulkan kades se-Kabupaten Mojokerto untuk sosialisi jika kades mendaftar sebagai bacaleg. Pasalnya, jika sudah mengirim surat pengunduran diri tidak bisa lagi dicabut.

"Meski belum masuk DCT (Daftar Caleg Tetap, red), surat pengunduran diri bersifat final. Jika mereka gagal masuk dalam DCT nanti, sudah tidak bisa kembali menjabat sebagai kades lagi. Makanya sebelumnya sudah kita lakukan sosialisasi soal ini," tegasnya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x