Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:13 WIB

KPU Jatim Sisakan Satu Nama Bacaleg Bermasalah

Kamis, 2 Agustus 2018 | 22:23 WIB

Berita Terkait

KPU Jatim Sisakan Satu Nama Bacaleg Bermasalah
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - KPU Jatim memastikan bahwa bacaleg yang bermasalah atau melanggar PKPU (korupsi, bandar narkoba, kejahatan seksual atas anak) tersisa satu nama.

Sayangnya, identitas bacaleg itu dirahasiakan dan berasal dari partai mana juga ditutup rapat-rapat. Sebelumnya, ada dua nama bermasalah.

Ini setelah KPU Jatim mendapat pengaduan dari masyarakat dan ancaman dari KPU Jatim terkait tindak pidana pemilu, seorang bacaleg DPRD Jatim akhirnya mencabut berkas dan digantikan dengan bacaleg yang lain.

"Bacaleg DPRD Jatim yang bermasalah tinggal satu orang, sebab satu bacaleg lainnya yang bermasalah akhirnya mengundurkan diri dan digantikan dengan bacaleg lain oleh partai pengusungnya," ujar Komisioner KPU Jatim Arbayanto kepada wartawan, Kamis (2/8/2018).

Bacaleg DPRD Jatim bermasalah yang mundur itu, lanjut Arbayanto, berasal dari Partai Berkarya. Sedangkan satu bacaleg DPRD Jatim lainnya, masih bertahan walaupun terindikasi tidak pidana korupsi.

"Satu bacaleg lainnya masih bertahan, tapi kami akan verifikasi ke pengadilan negeri terkait surat keterangan menyatakan bahwa yang bersangkutan telah dinyatakan bebas," tuturnya.

Arbayanto mengakui, bacaleg yang terindikasi bermasalah dan masih bertahan itu namanya cukup dikenal di wilayah Kota Surabaya. "Insya Allah, Senin depan kami akan verifikasi ke PN Surabaya untuk minta kejelasan terkait keterangan yang tertuang dalam surat keterangan dari pengadilan yang dilampirkan bacaleg dalam syarat calon," katanya.

Menurut Arbayanto, dalam pemberitaan bacaleg DPRD Jatim yang bermasalah itu tersangkut kasus korupsi. Namun publik tahunya hanya sampai vonis saat proses hukum di pengadilan negeri.

Padahal, setelah putusan yang bersangkutan masih bisa melakukan upaya hukum banding ke pengadilan tinggi atau kasasi ke Mahkamah Agung.

"Kita kan tidak tahu barangkali yang bersangkutan melakukan upaya hukum banding atau kasasi dan ternyata putusannya bebas. Makanya kami akan verifikasi ke PN Surabaya atau PT Jatim," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x