Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 04:23 WIB

JAD Resmi Dilarang, Tugas Polri Jadi Lebih Mudah

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 31 Juli 2018 | 14:30 WIB
JAD Resmi Dilarang, Tugas Polri Jadi Lebih Mudah
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengapresiasi putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis organisasi Jaringan Ansharu Daulah (JAD) sebagai organisasi yang dibekukan karena menjadi wadah aksi terorisme.

"Ini lebih memudahkan Polri melakukan pemberantasan tindak pidana terorisme," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Selasa (31/7/2018).

Setyo mengatakan putusan vonis ini memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab, organisasi ini memang menaungi kelompok jaringan terorisme.

"Dengan ldibubarkannnya jad ini akan memudahkan polri utk melakukan penindakan ke depan mana org atau kelompok terafiliasi dengan JAD. Sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2018 bisa ditindak secara hukum," ujarnya.

Majelis hakim memutus pembekuan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan membayar denda sebesar Rp 5 juta. Hakim menyatakan JAD sebagai korporasi yang mewadahi aksi terorisme.

"Menyatakan terdakwa Jamaah Ansharut Daulah atau JAD terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, menetapkan dan membekukan organisasi JAD berafiliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and levant) atau IS (Islamic State) dan menyatakan sebagai korporasi yang terlarang," ujar hakim ketua Aris Bawono membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jaksel, Selasa (31/7).

Hakim meyakini sebagai korporasi JAD bertanggung jawab atas aksi teror anggotanya. JAD juga dinyatakan menebar teror dengan menimbulkan ketakutan dan keresahan di masyarakat.[jat]

Tags

Komentar

x