Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 19:08 WIB

Seorang Ayah di Malang Tega Hamili Anak Kandung

Senin, 30 Juli 2018 | 23:21 WIB

Berita Terkait

Seorang Ayah di Malang Tega Hamili Anak Kandung
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Malang - Seorang ayah bernama S. Mucahyo (38) warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tega menyetubuhi anak kandungnya berinisial BCI (18) hingga hamil. Akibat perbuatannya, pelaku kini mendekam di Rutan Mapolres Malang.

"Korban adalah anak kandung dari pelaku. Dari hasil pemeriksaan, tersangka ini menyetubuhi korban sebanyak tiga kali," ungkap Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Senin (30/7/2018).

Kata Iriana, korban disetubuhi pelaku sejak usianya masih 14 tahun dan duduk dibangku kelas 3 SMP. Saat itu, korban sedang tidur di dalam kamar sendirian. Sementara ibu kandungnya dan anak nomer dua, tidur dikamar terpisah.

"Pada saat korban tidur, tersangka mendatangi korban di dalam kamarnya. Kemudian meraba-raba bagian tubuh sensitif korban. Pelaku kemudian melepaskan celana dalam korban dan menyetubuhinya dengan paksa," terang Iriana.

Untuk melampiaskan nafsunya, tersangka mengancam akan meninggalkan korban dan ibunya jika tidak mau menuruti kemauan pelaku.

"Terakhir kali korban disetubuhi pada Desember 2017 lalu di rumah kontrakan tersangka di kawasan Gembong, Surabaya. Karena pelaku ini bekerja di Surabaya sebagai sopir," beber Iriana.

Selain di Surabaya sebanyak 2 kali, pelaku juga menyetubuhi korban di Malang sebanyak satu kali. Korban dan adiknya dibawa ke Surabaya oleh pelaku ketika liburan sekolah. "Saya menyesal pak. Selama saya ajak liburan ke Surabaya, ibunya memang tidak ikut. Saya setubuhi dua kali di rumah kontrakan selama di Surabaya," kata tersangka.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 81 jo Pasal 76D dan Pasal 82 jo 76E UU Nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. "Ancaman hukuman 15 tahun penjara," tambah Iriana. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x