Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 05:30 WIB

Mediasi Gagal, Yusril Ancam Beri Pelajaran KPU

Oleh : Agus Irawan | Senin, 30 Juli 2018 | 20:32 WIB

Berita Terkait

Mediasi Gagal, Yusril Ancam Beri Pelajaran KPU
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Upaya penyelesaian sengketa proses Pemilu antara Partai Bulan Bintang (PBB) dengan KPU yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berjalan gagal sebelum masuk materi perkara.

Pihak PBB dihadiri Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra, Sekjen Afriansyah Noor dan Ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilu Yusron Ihza.

Ketika sidang dibuka oleh Komusioner Bawaslu Ahmad Bagja, Yusril bertanya kepada dua komisioner KPU yang hadir, Ilham Saputra dan Evi Novida Ginting, apakah kehadiran mereka representatif mewakili KPU.

Sementara itu, tim Biro Hukum KPU yang hadir apakah mereka mendapat kuasa atau tidak dari KPU. Ternyata, kedua komisioner hanya mendapat perintah lisan dari Ketua KPU untuk hadir ke sidang. Pihak KPU nampak kebingungan ketika diminta menunjukkan surat kuasa dari KPU.

Yusril mengatakan bahwa Presidenpun atau DPR kalau dipanggil menghadiri sengketa harus memberikan kuasa kepada menteri atau orang lain yang ditunjuk.

Anggota KPU, Ilham Saputra, berdalih bahwa kehadirannya mewakili komisioner KPU yang lain karena KPU 'kolektif kollegial'. Yusril balik bertanya dan meminta Ilham menunjukkan bukti yang sah bahwa dia mendapat mandat dari komisioner KPU yang lain, sehingga sah bertindak atas nama mereka.

"Kolektif kolegial itu justru berarti semua komisioner harus bertindak bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. KPU harusnya bekerja profesional dan mengikuti hukum yang berlaku. Kalau PBB sedikit saja ada kesalahan, KPU langsung menjatuhkan sanksi, tetapi KPU sendiri bekerja seenaknya dan kampungan," kata Yusril di kantor Bawaslu, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).

Di tempat yang sama, komisioner KPU Ahmad Bagja mencoba menengahi, namun PBB tetap keberatan karena menganggap kehadiran dua komisioner dan tim biro hukum tanpa mandat dan surat kuasa, menyebabkan sidang mediasi tidak sah.

"Kami tidak percaya dengan omongan Ilham. Di sidang ajudikasi, termasuk mediasi, kami perlu bukti. Kami harus memberi pelajaran kepada KPU agar jangan bekerja seenaknya dan mau-maunya sendiri mentang-mentang sedang berkuasa," tegas Yusril.

Bahkan, Yusril menegaskan akan menghadapi KPU sampai ke manapun, selama lembaga itu bertindak tidak adil dan bekerja dengan arogansi dan kesewenang-wenangan. [ton]

Komentar

x