Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 22:54 WIB

Di Hadapan Sang Istri, Pria Ini Diringkus Polisi

Senin, 30 Juli 2018 | 10:25 WIB

Berita Terkait

Di Hadapan Sang Istri, Pria Ini Diringkus Polisi
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Banyuwangi - Aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) atau jambret terjadi di Jalan Genteng - Banyuwangi. Tepatnya, di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

Peristiwa ini melibatkan seorang perempuan bernama Ladi Apriyani (18) warga Sumbersari, Kabupaten Jember. Wanita yang juga mahasiswa ini menjadi korbannya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista Wijaya, aksi jambret itu dialami korban pada pada Sabtu (30/6/2018) sekira Pukul. 21.00 WIB. Saat itu, korban sedang perjalanan pulang dari kuliah.

"Tiba-tiba ada pengendara sepeda yang tidak dikenal dengan menggunakan motor matic Honda Vario warna hitam dari arah belakang menghampiri dan menjambret tas korban," ungkap Panji berdasarkan laporan korban, Senin (30/7/2018).

Saat itu, kata Panji, sebenarnya korban sempat berusaha mengejar pelaku. Namun langkah itu gagal dan tidak ketemu. "Selanjutnya korban melaporkan kejadian ke Polsek Genteng," terangnya.

Berdasarkan kejadian tersebut, Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. Upaya itu ternyata membuahkan hasil setelah petugas menemukan tempat persembunyian pelaku.

"Kita lakukan penangkapan terhadap M. Firdaus (26) asal Desa Mrawan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso yang saat itu sedang berada di wilayah Kecamatan Glenmore tepatnya di depan stasiun," jelasnya.

Selanjutnya, lanjut Panji, polisi melakukan penggeledahan di tempat tinggalnya yang disaksikan istri tersangka. Dari dalam rumah tersangja berhasil menmukan beberapa barang bukti hasil penjambretan.

"Barang bukti, sebuah handphone samsung galaxy J1 ACE, uang Rp 500 ribu. Dan Total Kerugian Rp 2.750.000. Termasuk, sejumlah silikon Hp berbagai merk dan sebuah motor matic milik tersangka," terangnya.

Atas aksi itu, tersangka terbukti melakukan kejahatan dan melanggar pasal 365 KUHP. Ancaman hukuman minimal selama 9 tahun penjara. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x