Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 04:27 WIB

Abdul Basyid Has Ingatkan Warga Kepri untuk Cerdas

Oleh : - | Jumat, 27 Juli 2018 | 18:40 WIB
Abdul Basyid Has Ingatkan Warga Kepri untuk Cerdas
Ketua DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has

INILAHCOM, Batam - Caleg yang hanya mengandalkan kekuatan financial dalam meraup suara, sangat merusak tatanan demokrasi. Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Basyid Has, saat ditemui media di Halaman Hang Nadim Malay School Batam, Jum'at (27/7).

Sebab, menurut Bang Basyid sapaan akrab Abdul Basyid Has, dengan mengandalkan finansial saja, tidak akan bisa menghasilkan wakil rakyat yang diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi dan masalah yang terjadi di daerah pemilihannya (Dapil).

"Masyarakat saat ini sudah cerdas, jika politik uang akan merugikan masyarakat dalam jangka panjang maupun jangka pendek, karena caleg yang terpilih karena uang, tak akan pernah bertanggung jawab terhadap daerah pemilihannya," ujarnya.

Bang Basyid yang juga Calon Anggota DPR RI periode 2019-2024 Dapil provinsi Kepri ini, mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih wakil rakyat, bukan semata karena iming-iming uang atau janji-janji semata.

"Pilih mereka yang mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat dan nyambung dengan daerah, dan konstituen, serta mau mengabdikan dirinya untuk kepentingan daerah dan aspirasi rakyat," tegas Basyid.

Pembina Gerakan Kebangkitan Bangsa (GKB) Kepri ini juga mengingatkan, bahwa masyarakat harus cerdas menetukkan pilihan di pemilu 2019 nanti. "Jangan sampai salah memilih wakil rakyat, pilih wakil rakyat yang bisa memperjuangakan aspirasi masyarakat," terangnya.

Semua caleg yang ada khususnya dari PKB, imbuh Basyid, agar bisa memberikan pengajaran kepada masyarakat tentang cara berpolitik yang baik dan santun.

"Karena kesuksesan Pemilu ada ditangan mereka para kandidat atau calon wakil rakyat. Mari ajarkan politik yang bersik kepada rakyat, jangan kotori dengan politik uang," pungkasnya. [rok]

Tags

Komentar

x