Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 10:13 WIB

Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Ini

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 26 Juli 2018 | 10:12 WIB

Berita Terkait

Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Ini
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Meski begitu BMKG menyebut, puncak gelombang tinggi diprakirakan sudah lewat yakni pada 24-25 Juli kemarin dengan ketinggian gelombang mencapai 6 meter.

Dalam situs resminya, BMKG mengkategorikan ketinggian gelombang dalam tiga kategori. Yang pertama yakni Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m (Sangat Waspada) berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Perairan timur Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Kep. Selayar, Laut Flores, Perairan Baubau - Kep. Wakatobi, Laut Banda, Perairan selatan P. Buru - P.Seram, Perairan Kep. Kei-Kep. Aru, Perairan Kep. Babar-Kep. Tanimbar, Laut Arafuru, Perairan Jayapura.

Tinggi Gelombang 2,5 sampai 4 meter (berbahaya) berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat Bengkulu - Kepulauan Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan selatan - Pulau Rote.

"Pada tanggal 24 - 26 Juli 2018 berpeluang terjadi peningkatan tinggi gelombang menjadi 4 - 6 meter (Sangat Berbahaya) di Perairan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat Bengkulu - Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lewat situs resmi BMKG.

Dwikorita menyebut, Faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi cuaca signifikan tersebut ialah masuknya periode puncak musim kemarau (Juli-Agustus) khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan (Jawa, Bali, Nusa Tenggara). Hal ini ditandai dengan berhembusnya massa udara (angin) yang dingin dan kering dari wilayah Australia yang berdampak pada minimnya potensi hujan dan terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan pada periode tersebut.

"Kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau disebut dengan istilah Mascarene High memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia, hal ini dikarenakan kecepatan angin yang tinggi di sekitar wilayah kejadian mascarene high di Samudra Hindia (barat Australia) dan terjadinya swell/alun yang dibangkitkan oleh mascarane high menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatra, Selatan Jawa hingga P.Sumba," bebernya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4 - 6 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

"Secara umum, masyarakat diperingatkan agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi. Masyarakat dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal - kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran," tambahnya. [ton]

Komentar

x