Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 04:26 WIB

Parpol Kuat Bukan Jaminan Jadi Pemenang di Pilkada

Oleh : Agus Irawan | Rabu, 25 Juli 2018 | 15:24 WIB
Parpol Kuat Bukan Jaminan Jadi Pemenang di Pilkada
Peneliti Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar mengatakan kekuatan partai politik tidak serta merta mencerminkan hasil pemenang Pilkada 2018.

Ia mengatakan, melalui Pilkada 2018 membuktikan bahwa success rate partai-partai besar sangat rendah. Kecuali Golkar, PDIP dan Gerindra yang hanya mengantongi dibawah 50 persen kemenangan di Pilkada gubernur.

"Justru partai - partai menengah dan partai kecil yang banyak memenangi pilkada gubernur 2018. Kemenangan partai dalam pilkada yang mengusung calon gubernur tersebut yang menang," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (25/7/2018).

Rully menjelaskan jika diurutkan peringkat, maka partai paling banyak memenangi pilkada 2018 adalah partai NasDem. Partai pimpinan Surya Paloh ini mampu memenangkan 11 pilkada daria total 17 pilkada di tahun 2018.

Kemudian, posisi kedua sebagai partai pemenang pilkada terbanyak adalah PAN yang mendapatkan 10 pilkada provinsi tersebut mampu dimenangkan PAN. "Posisi ketiga ada Partai Golkar, Partai Hanura, keduanya berhasil memenangkan 9 pilkada gubernur," imbuhnya.

Dia mengungkapkan alasan parpol menengah dan parpol kecil yang banyak memenangkan pertarungan di pilkada 2018 lantaran faktor figur menjadi pertimbangan utamanya.

"Karena pemilih cenderung memilih kepala daerah karena personal atau prestasi seorang calon kepala daerah, bukan karena partai apa yang mendukungnya," ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya suara dari para pendukung partai di pileg otomatis dapat dikonversikan kepada calon yang diusung partai tersebut dalam pilkada.

"Partai menengah lebih jeli dalam memilih calon gubernur yang diusungnya, mereka lebiha patuh pada hukum elektoral yaitu mendukung cakada yang populer dan berpeluang menang survei di beberapa lembaga survei," paparnya.

Komentar

x