Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:17 WIB

Prabowo Besuk SBY Dinilai Pertanda Baik untuk AHY

Sabtu, 21 Juli 2018 | 17:10 WIB

Berita Terkait

Prabowo Besuk SBY Dinilai Pertanda Baik untuk AHY
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Zainal A Budiyono menilai kunjungan Prabowo Subianto membesuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke RSPAD Gatot Subroto dapat menguatkan spekulasi bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi Partai Gerindra.

"Besar kemungkinan pertemuan lanjutan bakal diagendakan untuk mengerucutkan kesepakatan dari kedua belah pihak," kata Zainal di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Menurut dia, pertemuan lanjutan nanti diperkirakan bakal membahas peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo pada Pemilu 2019 mendatang.

"Karena beberapa bulan ini, elektabilitas AHY terus menguat sebagai cawapres, baik Prabowo maupun Jokowi," ujarnya.

Selain elektabilitas, kata Zainal, sebagai politisi muda juga AHY memiliki momentum dengan maraknya pemimpin dunia pada akhir-akhir ini.

Misalnya, Sebastian Kurz yang terpilih sebagai Kanselir Austria dalam usia 31 tahun. Kemudian, ada nama Macron di Prancis dan Truedue di Kanada.

"Peremajaan politik juga terjadi di negara tetangga Malaysia, meskipun Mahathir Muhamad terpilih di usia 93 tahun tapi ia berani mengangkat 2 menteri di bawah 30 tahun," jelas dia.

Maka dari itu, Zainal mengatakan dengan fakta-fakta tersebut tentu kombinasi Prabowo-AHY menggambarkan pasangan senior-yunior yang linear dengan gejala politik global.

"Tapi tidak mudah juga bagi Prabowo untuk menggandeng AHY, karena ada dua parpol koalisi yakni PKS dan PAN yang sudah punya calon lain," katanya.

Sebab, lanjutnya, PKS berusaha mendorong Anies Baswedan-Ahmad Heryawan (Aher) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. Sedangkan, PAN juga ingin mengusung Ketua Umum Zulkifli Hasan.

"Anies memiliki peluang yang sama dengan AHY, tetapi bila kita melihat kinerjanya di Jakarta belum ada legacy yang fenomenal. Misal, Anies melakukan banyak hal di Jakarta yang dirasakan rakyat, posisi cawapres tidak akan menimbulkan perdebatan," tandasnya.[ris]

Komentar

Embed Widget
x