Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 16:03 WIB

Rizal Mallarangeng Harap JK Jadi Guru Bangsa

Sabtu, 21 Juli 2018 | 16:15 WIB

Berita Terkait

Rizal Mallarangeng Harap JK Jadi Guru Bangsa
Jusuf Kalla (JK) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gugatan partai Perindo yang memunculkan nama Jusuf Kalla (JK) sebagai pihak terkait dalam gugatan cawapres ke MK terus menuai tanda tanya. Golkar menilai sudah selayaknya JK beristirahat dan menjadi guru bangsa.

"Ini disayangkan, karena itu bisa diinterpretasikan begitu. Karena Pak JK setelah dua kali (menjadi Wapres), banyak yang berharap termasuk saya, (JK) menjadi institusi, menjadi guru bangsa," kata Direktur Eksekutif Freedoom Institute, Rizal Mallarangeng di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).

Rizal lalu mengkritik langkah partai Perindo yang menggugat Pasal 169 huruf n UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Rizal, langkah Perindo telah merusak reformasi yang telah dibangun.

"Kita sudah mengkritik, walaupun kita menghargai hak untuk mengajukan JK (sebagai pihak terkait di MK). Tapi akan ada implikasi bahaya jika (gugatan) ini dikabulkan oleh MK. Karena yang digugat itu prinsip dasar yang sudah kita bangun sejak era reformasi," ujar dia.

Rizal menambahkan pasal yang digugat itu diterapkan di Indonesia untuk merubah sistem demokrasi pada era orde baru (Orba). Saat itu, Capres dan Cawapres tak ada pasal yang menghalangi untuk maju di Pilpres dalam masa jabatannya.

"Pak Harto sekian tahun, sehingga menjadi 32 tahun. Kita tak mau lagi, kita belajar dari masa lalu, yang baik kita teruskan, yang salah kita koreksi, nah koreksinya itulah pasal 7 UU 2017. Disitu (UU lama) jelas dikatakan bahwa Presiden-Wapres bisa menjabat selama 5 tahun, setelah itu bisa dipilih lagi sekali," terang dia.

Sebelumnya, Partai Perindo menggugat UU No 7/2017 tentang Pemilu. Mereka menggugat Pasal 169 huruf n yang dianggap menghalangi Wapres JK untuk maju pada Pilpres 2019.

Dalam pasal tersebut dinyatakan capres-cawapres bukanlah orang yang pernah menjadi presiden atau wakil presiden sebanyak dua periode. Berikut bunyi Pasal 169 huruf n:

Belum pernah menjabat sebagai presiden atau wakil presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Gugatan itu diajukan karena Perindo mengaku dirugikan oleh kehadiran pasal tersebut. Menurutnya, pasal itu menghalangi partainya mengajukan JK sebagai cawapres pada pemilu nanti.

Diketahui JK sudah dua kali menjabat sebagai cawapres, yakni di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). [ton]

Komentar

Embed Widget
x