Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 08:16 WIB

Pengamat LIPI Tuding JK Hanya Berambisi Kekuasaan

Oleh : Abdullah Mubarok | Sabtu, 21 Juli 2018 | 15:10 WIB

Berita Terkait

Pengamat LIPI Tuding JK Hanya Berambisi Kekuasaan
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Haris - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Jusuf Kalla (JK) dinilai tidak konsiten saat mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam gugatan yang diajukan Perindo ke MK.

Sebagaimana disebutkan Perindo menggugat pasal 169 huruf n yang membatasi jabatan Wakil Presiden (Wapres) maksimal dua periode, sama dengan presiden.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Haris, menyebut tidak habis pikir dengan langkah JK yang ikut menggugat batas masa jabatan Wapres ini. Apalagi JK mengajukan diri sebagai pihak yang dirugikan. Padahal UUD 1945 pasal 7 UUD 1945 sudah jelas mengamanahkan batasa dua periode presiden dan wapres itu.

Syamsudin pun mensinyalir, JK hanya mempunyai ambisi politik semata. Bukan alasan untuk mengabdi yang selama ini JK sampaikan.

"Maaf jika saya katakan, batas antara alasan mengabdi rakyat dan ambisi kekuasaan pun menjadi tipis," kata Syamsudin melalui akun Twitternya, Sabtu (21/7/2018).

Ia menambahkan, bahwa pasal pasal 7 UUD 1945 yang membatasi kekuasaan presiden dan wakilnya hanya dua kali masa jabatan tidak perlu lagi dikaji lagi karena sudah terang benderang.

"Yg perlu dikaji justru adalah pikiran & motif mereka yg hendak menguji pesan konstitusi yg sdh sangat jelas tsb," kambah kicauan Syamsudin.

Sebagaimana diketahui JK sudah dua periode menjabat sebagai Wapres. Periode pertama saat berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009. Periode kedua adalah sekarang, 2014-2019.

Sebelumnya JK sudah sempat menyatakan berkomitmen tidak akan maju lagi dalam ajang Pilpres, baik sebagai Capres maupun Cawapres. Namun kini ia tampaknya menarik kembali komitmennya tersebut. [rok]

Komentar

Embed Widget
x