Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:55 WIB

Sudirman Harap JK Beri Kesempatan Pemimpin Baru

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Sabtu, 21 Juli 2018 | 14:33 WIB
Sudirman Harap JK Beri Kesempatan Pemimpin Baru
Politikus partai Gerindra, Sudirman Said - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden, Jusuf Kalla menjadi pihak terkait yang tertuang dalam gugatan partai Perindo perihal syarat Cawapres. Gugatan tersebut memunculkan nama JK untuk kembali bertarung di Pilpres 2019.

Politikus partai Gerindra, Sudirman Said mengaku menghormati langkah dari JK. Namun, ia tak percaya jika pihak JK yang memulai petama menggugat UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

"Karena memang setelah dilihat kan satu-satunya orang yang pernah jadi Wapres 2 kali adalah pak JK. Oleh karena itu, wajar kalau beliau harus menerima permintaan dari pihak yang sedang mengurus untuk jadi pihak terkait. Tetapi saya yakin bahwa yang melakukan upaya-upaya ini bukan dari pihak pak JK. Termasuk yang ambil inisiatif judicial review pertama kali bukan pak JK," kata Sudirman di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).

Sudirman lalu menyarankan kepada JK untuk tidak maju kembali dalam pertarungan Pilpres 2019. Menurutnya, alangkah lebih baik jika JK memberi kesempatan kepada para pemimpin baru.

"Demokrasi ini perlu dijaga, caranya dengan beri kemungkinan bagi pemimpin bangsa untuk mencalonkan pemimpin baru. Kalau beliau dipaksa maka sebetulnya kita menutup kesempatan bagi banyak hak inisiatif-inisiatif bagi dialog-dialog yang sehat," ujar Sudirman.

Sudirman menambahkan JK merupakan pemimpin senior yang sudah malang melintang di kancah perpolitikan Indonesia. Demi menjaga demokrasi yang lebih baik, Sudirman berharap JK memberi kesempatan kepada pemimpin baru.

"Akan sangat terhormat kalau beliau ambil posisi seperti itu, maka kalau sebagai senior pak Jokowi bisa ambil endose pak JK, pak JK ambil posisi yang diambil berulang-ulang dari publik, itu harapan saya demokrasi ini yang kita jaga," terang dia.

Sebelumnya, Partai Perindo menggugat UU No 7/2017 tentang Pemilu. Mereka menggugat Pasal 169 huruf n yang dianggap menghalangi Wapres JK untuk maju pada Pilpres 2019.

Dalam pasal tersebut dinyatakan capres-cawapres bukanlah orang yang pernah menjadi presiden atau wakil presiden sebanyak dua periode. Berikut bunyi Pasal 169 huruf n:

Belum pernah menjabat sebagai presiden atau wakil presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Gugatan itu diajukan karena Perindo mengaku dirugikan oleh kehadiran pasal tersebut. Menurutnya, pasal itu menghalangi partainya mengajukan JK sebagai cawapres pada pemilu nanti. Diketahui JK sudah dua kali menjabat sebagai cawapres, yakni di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jika gugatan itu diterima, tak menutup kemungkinan JK kembali jadi cawapres di Pilpres 2019. Pihak JK sudah angkat bicara soal hal ini. [ton]

Komentar

Embed Widget

x