Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:03 WIB

KPU Sesalkan Masih Ada Parpol Usung Napi Korupsi

Oleh : Agus Irawan | Kamis, 19 Juli 2018 | 17:42 WIB

Berita Terkait

KPU Sesalkan Masih Ada Parpol Usung Napi Korupsi
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyesalkan keputusan sejumlah parpol yang mengusung mantan koruptor sebagai calon anggota legislatif (caleg) 2019.

Wahyu mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan larangan bagi parpol untuk mengusung mantan koruptor sebagai caleg.

"Kita sudah mengimbau kepada parpol agar mencalonkan kader-kader parpol yang baik dan tidak tersangkut korupsi, " kata Wahyu di kantor KPU RI, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).

Dia menyebutkan semua pihak menghormati PKPU yang mengatur larangan mantan napi korupsi ikut pileg. Menurutnya, belum ada putusan dari Mahkamah Agung (MA) soal uji materi PKPU tersebut.

"Tentu saja kita hormati soal pengujian (PKPU) lewat MA. Namun KPU tetap berpegang dam berpedoman kepada PKPU. Pasal 4 Ayat 3 PKPU disebutkan, dalam seleksi bakal calon secara demokrasi dan terbuka, tidak menyertakan mantan terpidana bandar narkoba, mantan napi korupsi, dan kejahatan seksual terhadap anak, " jelasnya.

Sebelumnya, Golkar mengusung dua mantan koruptor sebagai caleg yaitu, Ketua DPD I Golkar Aceh Teuku Muhammad Nurlif dan Ketua Harian DPD I golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono.

Nurlif diketahui dihukum 16 bulan penjara karena terlibat kasus korupsi suap pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia tahun 2004 silam.

Kemudian, Iqbal Wibisono pernah dihukum satu tahun penjara kasus korupsi dana bantuan sosial pemprov Jateng di Wonosobo pada 2008.

Komentar

Embed Widget
x