Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 19:01 WIB

Kelemahan dan Kelebihan Said Aqil jadi Cawapres

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 19 Juli 2018 | 00:17 WIB

Berita Terkait

Kelemahan dan Kelebihan Said Aqil jadi Cawapres
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai sosok Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj potensial mendampingi Joko Widodo di 2019.

Pangi berkaca pada Pilpres 2009 lalu yang mana Megawati Soekarnoputri pernah berduet dengan mantan ketua PBNU Hasyim Musadi.

"Kalau pak Said Aqil kan memang tetep punya kans peluang juga, pertama beliau punya modal di NU ya, dulu kan bu Mega juga pernah mengangkat Kiai Haji almarhum Hasyim Musadi jadi cawapres bu Mega, nah sekarang apakah itu akan di ulangi lagi Jokowi Said Aqil. Nah itu pertama beliau tetap ada peluang pertama karena basis grass root itu modal," katanya saat dihubungi, Rabu (18/7/2018).

Meski demikian, menurut Pangi, Said Aqil memiliki kelemahan yakni elektabilitas yang masih rendah. Namun disisi lain memiliki kelebihan yaitu dapat menutup isu politik identitas dengan latar belakang tokoh agama.

"Kelebihan beliau yang kedua adalah beliau mungkin bisa di anggap merepresentasi terhadap ulama dan itu perlu untuk menutupi kelemahan Jokowi utnuk mengcounter isu isu menguatnya poltik identitas, agama dan etnis," ucapnya.

Direktur Eksekutif Vokpol Center Research dan Consulting ini menuturkan, kader NU juga bisa solid bila Said Aqil dipilih Jokowi. Sebab, tokoh NU sudah ada yang terwakili terlepas dari figur NU yang lain.

"Sebenarnya kalo disebut dengan voting itu, itu sebetulnya kalo memang satu calon dari NU akan bisa solid, baik Mahfud maupun yang lain akan solid, Said Aqil karena ada tokoh-tokoh NU, yang walaupun beliau tidak bisa membawa Muhammadiyah karena gerbong beda, tapi grasroot NU itu paling tidak beliau bisa ambil kalau harus memilih, karena Mahfud MD kan juga NU, artinya sangat bagus sebenernya," paparnya.

Lebih lanjut, Pangi menambahkan, Said Aqil bisa mudah jadi pendamping Jokowi jika mendapat restu dari Megawati walaupun sinyal Megawati mendukung Said Aqil belum terlihat.

"Intinya begini kalau beliau diterima mungkin diterima ya, diterima oleh pak Jokowi nah cuma beliau kan harus meyakinkan partai koalisi pengusung ini, nah restu penting , pertama adalah restu Megawati, kalau restu Megawati dia dapatkan positif itu, tapi kalau bu Mega belum kelihatan sinyalnya," tandas dia.

Diketahui, dalam survei cawapres Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) nama Said Aqil masuk posisi teratas bersama Mahfud MD dan Sri Mulyani. Survei itu memiliki responden elite, pembuat opini atau opinion leader dan media massa pemilih nasional. Penilaian survei berdasarkan penilaian kapabilitas, integritas, empati, akseptabilitas, kontinuitas.

Mahfud MD di posisi pertama (7,2), Sri Mulyani di posisi kedua (7), Said Aqil menempati posisi ketiga dengan skor 6,3, lalu Airlangga Hartarto di posisi keempat (6,1) dan Zainul Majdi (6,1).

Said Aqil pun mengatakan sampai saat ini belum ada partai politik yang berusaha meminang dirinya jadi cawapres. "Belum. Belum ada," kata Said Aqil ditemui usai acara Halal Bihalal PP Muslimat NU di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/7).[jat]

Komentar

Embed Widget
x