Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 23:52 WIB

Kapolri Akui Tak Pernah Dukung Demokrasi Khilafah

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 18 Juli 2018 | 15:23 WIB

Berita Terkait

Kapolri Akui Tak Pernah Dukung Demokrasi Khilafah
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali menegaskan bahwa dirinya tak pernah mengatakan mendukung demokrasi Khilafah diterapkan di Indonesia seperti yang dilontarkan anggota PA 212, Bachtiar Nasir dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Tito menyatakan dirinya hanya mendukung demokrasi Pancasila sesuai dengan pedoman bangsa Indonesia.

"Saya mau nambahin sedikit, koreksi. Ini kadang-kadang saya khawatir kalau terlalu panjang memberikan sambutan teman-teman media kadang-kadang nangkepnya salah. Saya tidak pernah sekalipun mengatakan demokrasi terpimpin, yang saya maksud adalah demokrasi pancasila," terang Tito di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).

Tito menjelaskan demokrasi yang cocok dianut oleh Indonesia yakni demokrasi Pancasila. Menurutnya, dengan sistem masyarakat Indonesia yang kelas menengah ke bawah, maka demokrasi ini akan cocok untuk menangkal adanya kerawanan konflik.

"Saya berpendapat tentang ada kerawanan demokrasi yang sangat bebas diterapkan di sistem masyarakat yang didominasi oleh kelas bawah, belum terdidik, belum terlatih. Mengandalkan emosional dibanding rasional dan itu kalau kebablasan itu menjadi rawan konflik dan lain-lain yang ujungnya bisa memecahbelah bangsa," jelas Tito.

"Oleh karena itu saya mengatakan solusinya adalah demokrasi pancasila dimana demokrasi tidak terjadi sebebas-bebasnya dan semau-maunya," sambung dia.

Anggota Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bachtiar Nasir sebelumnya menyebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mendukung demokrasi Khilafah diterapkan di sistem demokrasi Indonesia. Ucapan Bachtiar disampaikan di hadapan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Jadi tidak pernah saya mengatakan kalau demokrasi terpimpin apalagi kalau ada yang mengatakan saya mendukung khilafah. Itu diplintir seperti itu," tegas Tito. [ton]

Komentar

Embed Widget
x