Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 22:15 WIB

Jambret di Surabaya Babak Belur Dihajar Massa

Senin, 16 Juli 2018 | 20:11 WIB

Berita Terkait

Jambret di Surabaya Babak Belur Dihajar Massa
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Beralibi tidak mempunyai uang untuk kebutuhan sehari-hari, Zainal Arifin warga Tambak Asri Gading Surabaya nekat menjadi pelaku aksi perampasan handphone (HP).

Bukannya menikmati hasil rampasan, pemuda 26 tahun ini harus menikmati suasana baru di balik deruji Polsek Krembangan Surabaya.

Sebab waktu Zainal merampas HP milik Dian, warga Kalianak Surabaya, secara spontan korban berteriak maling. Meskipun kejadian malam, ternyata masih banyak warga yang sedang nongkrong.

"Warga yang mendengar teriakan korban, langsung mengejar pelaku. Warga pun ramai-ramai iku mengejarnya sampai tertangkap," kata Kanit Reskrim Polsek Krembangan AKP Naf'an, Senin (16/7/2018).

Mantan Kanit Reskrim Polsek Asemrowo ini menjelaskan, sebelum Zainal melakukan aksi kejahatan jalanan terlebih dulu keliling mengendarai motor Yamaha Vixion L 5471 WF.

Saat sampai di lokasi kejadian di Jalan Kalianak, pelaku melihat korban yang sedang aksi memainkan HP diatas motor. "Melihat itu pelaku memepet korban, agar kesempatan tidak hilang HP (korban) langsung saya ambil," kata Zainal di depan petugas.

Karena HP ditarik paksa membuat korban kaget sehingga langsung berteriak maling. Upaya pengejaran akhirnya membuahkan hasil setelah diamankan warga setempat.

Tapi untungnya saat itu ada polisi Polsek Krembangan yang melintas dan langsung mengamankan pelaku.

"Ada anggota yang sedang berpatroli dan mengamankan pelaku. Kemarahan warga bisa diredam," imbuh Naf'an.

Sementara dari keterangan Zainal, bahwa aksinya baru pertama kali dilakukan. Lantaran tak punya uang untuk kebutuhan harian.

"Kalau saja saya lolos dan tidak tertangkap, HP itu langsung saya jual," aku Zainal.

Namun kini Zainal telah menginap di hotel Prodeo Polsek Krembangan Surabaya untuk mempertangung jawab atas perbuatannya. "Pelaku kami kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

x