Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:14 WIB

Politik Kantong Cawapres Ala Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 16 Juli 2018 | 16:15 WIB

Berita Terkait

Politik Kantong Cawapres Ala Jokowi
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Figur Calon Wakil Presiden yang bakal mendampingi Joko Widodo masih misteri. Mulanya sepuluh nama, kini tersisa lima. Sejumlah nama disebut, namun belum ada kepastian siapa yang bakal dipilih. Jokowi tengah memainkan politik kantong Cawapres, membuka harapan bagi nama yang disebut.

Ekspresi bahagia Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar tak bisa ditutupi saat Jokowi menyebut nama dirinya masuk dalam daftar nominator Cawapres Jokowi di Pemilu 2019. "Sudah saya sampaikan, ada lima. Sudah ada di saku saya, saya harus ngomong apa adanya, salah satu nama itu Pak Muhaimin Iskandar," ujar Jokowi di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.

Pernyataan Jokowi ini menepis pernyataan sejumlah politisi PDI Perjuangan yang sebelumnya yakin nama Muhaimin tidak masuk dalam daftar nama Cawapres Jokowi. Imbas informasi tersebut, Muhaimin dan PKB melakukan sejumlah manuver, termasuk mengeluarkan opsi memilih calon presiden di luar Jokowi.

Namun, berbagai manuver Muhaimin dan PKB itu terhenti sejak Jokowi memastikan nama Muhaimin masuk dalam daftar Cawapres Jokowi yang akan dipilih untuk didaftarkan ke KPU pada awal Agustus mendatang.

Cara Jokowi membuat senang para pendukungnya memang patut diacungi jempol. Karena selain nama Muhaimin Iskandar yang disebutnya, sejumlah figur saat dikonfirmasi ke Jokowi juga ditegaskan masuk dalam daftar lima nama Cawapres. Mulai nama Tuan Guru Bajang (TGB), pendatang baru pendukung Jokowi, Ketua Umum Partai Golkar Airlanga Hartarto hingga mantan Ketua MK Mahfud MD.

Namun Jokowi tampak diplomatis sesaat setelah mengonfirmasi sejumlah nama figur yang disebut masuk dalam nominator sebagai Cawapres. Ia berdalih, dirinya memiliki banyak kantong celana, baik di depan maupun di belakang. "Tapi harus dimengerti ya, kantong saya itu nggak cuma satu," kilah Jokowi.

Pernyataan Jokowi tersebut dengan sendirinya menegasikan pernyataan sebelumnya soal jumlah Cawapres termasuk figur-figur yang disebutkannya. Dengan kata lain, nama Cawapres bisa saja lebih dari lima nama sebagaimana yang pernah Jokowi sebutkan. Bisa saja juga, nama-nama Cawapres berbeda dari sejumlah nama yang Jokowi sebutkan atau konfirmasikan itu, mengingat kantong Jokowi tidak hanya satu dan tidak hanya di depan.

Namun demikian, politik kantong Cawapres Jokowi ini terbukti ampuh untuk meredakan sejumlah manuver para elit politik. Simak saja sikap PKB, melalui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mendeklarasikan Jokowi sebagai Capres PKB dalam Pemilu 2019 dengan cara tak lazim. Lazimnya, deklarasi dukungan melalui rapat akbar dengan melibatkan seluruh pengurus daerah dan pusat.

"Kapan PKB menyatakan resmi dukungan? Setiap saat bisa.Saya nyatakan PKB hari ini mendukung pencalonan Pak Jokowi 2019," sebut Muhaimin di Kompleks Olahraga, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.

Politik menyenangkan banyak orang, memang menjadi ciri khas Jokowi. Setidaknya nama-nama yang disebut maupun yang dikonfirmasikan sebagai Cawapres Jokowi akan sedikit lega namanya masuk nominasi sebagai pendamping Capres petahana dalam Pemilu 2019 mendatang.

Meski, pada akhirnya, nama-nama yang telah disebut itu harus legawa jika kelak Jokowi dan partai koalisi memilih nama Cawapresnya secara definitif. Meskipun juga, pemilihan nama Cawapres tentu tidak dalam waktu dekat ini. Setidaknya, faktor di internal koalisi untuk menyamakan persepsi siapa Cawapres yang dipilih.

Selain itu faktor eksternal koalisi soal siapa yang bakal maju di pihak lawan juga menentukan siapa nama Cawapres Jokowi yang bakal dipilih. Dipredeksikan nama Cawapres Jokowi baru definitif muncul di saat pendaftaran capres/cawapres pada 4-10 Agustus 2018 mendatang, bahkan tidak menutup kemungkinan di detik-detik akhir pendaftaran di KPU.

Komentar

Embed Widget
x