Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 02:47 WIB

Cak Imin Cawapres, Pengaruh PKB Dinilai Besar

Oleh : Fadli Zikri | Senin, 16 Juli 2018 | 11:44 WIB
Cak Imin Cawapres, Pengaruh PKB Dinilai Besar
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penyebutan nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu cawapres dari lima kandidat yang ada sudah dikantonginya, dinilai menjadikan Cak Imin dan PKB spesial.

"Di Pilkada Jawa Timur Saifullah Yusuf Puti (PKB dan PDIP) dan Jawa Tengah, Sudirman Said Ida Fauziyah (Gerindra, PKB, PAN, PKS) kenaikan suara di kedua Pilgub itu adalah suara PKB sekitar 8 juta. Tentu suara ini jadi pertimbangan politik realistis Jokowi untuk dua priode," kata pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, Senin (16/7/2018).

Jika PKB meninggalkan koalisi Jokowi, tentu menjadi ancaman tersendiri di Pilpres 2019 nanti. Apalagi untuk Pilgub Jateng suara PKB mencapai 41 % atau sekitar 3 juta, sedangkan di Jatim 46 % atau sekitar 5 juta suara PKB.

"Memang suara PKB tak bisa dianggap sepele," ujarnya.

Dengan demikian kata Said, meski belum benar-benar ditunjuk sebagai Cawapres, tapi penyebutan nama Cak Imin secara langsung oleh Jokowi mempunyai makna politis tersendiri. Sehingga PKB sebagai parpol paling spesial diantara parpol pendukung Jokowi yang lain.

"Cak Imin sebagai Cawapres itu menjadi anugerah bagi PKB yang tidak didapatkan oleh parpol pendukung Jokowi lainnya. Apalagi Jokowi mengatakan daftar Cawapresnya sudah mengerucut menjadi lima nama. Itu artinya, selain Muhaimin, tersisa empat nama lagi. Diantara yang empat itu disebut-sebut ada juga nama tokoh dari luar parpol," ungkapnya.

Said menambahkan, peluang Golkar, PPP, NasDem, Hanura, dan parpol lain untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Jokowi menjadi semakin kecil. "Penyebutan nama Cak Imin sebagai salah satu cawapres merupakan keberhasilan strategi PKB memengaruhi Jokowi," jelas Said.

Di antara strategi itu sejak jauh-jauh hari Cak Imin dan elit PKB gencar melempar jargon seperti PKB akan mendukung Jokowi jika Muhaimin yang menjadi Cawapres meluncurkan JOIN (Jokowi-Cak Imin), Cinta (Cak Imin untuk Indonesia).

Strategi PKB itu terbukti efektif. Sebab jika syarat itu tidak dipenuhi, maka jika dibaca secara a contrario itu artinya ada kemungkinan PKB akan mendukung capres yang lain.

"Strategi PKB itu bahkan seolah menempatkan dirinya sebagai kelompok oposisi. Strategi politiknya komunikasi langsung dengan SBY, Prabowo dan lain-lain untuk menjajaki peluang poros ketiga. Termasuk dengan kubu Prabowo. Jadi, PKB cukup berhasil meski belum pasti menjadi Cawapres Jokowi," tandasnya. [rok]

Tags

Komentar

x