Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 19:15 WIB
 

Pegawai OJK Gadungan Tipu Seorang Perempuan

Oleh : - | Sabtu, 14 Juli 2018 | 11:46 WIB
Pegawai OJK Gadungan Tipu Seorang Perempuan
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jember - Seorang pria berinisial SLA yang mengaku pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menipu seorang perempuan berinisial PNM (26) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

SLA diperkirakan berusia 30 tahun. Ia berkenalan dengan PNM, warga Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan melalui WeChat. "Kami kemudian janjian bertemu di Hotel Cempaka. Aku sempat menginap di sana," kata PNM.

Pagi harinya, SLA mengajak PNM jalan-jalan ke Banyuwangi. PNM setuju dan mengepak barang yang hendak di rumah kos. SLA sendiri mengaku hendak melihat perkembangan pembangunan TransMart lebih dulu.

Siang hari, PNM baru tahu jika SLA sudah di Banyuwangi. SLA bikin video story dan terdengar suara anak kecil. "Ternyata dia bersama korban pertama," kata PNM.

Beberapa hari kemudian, SLA kembali menghubungi PNM. Ternyata pria itu sudah pindah penginapan di hotel lain. Dia mendatangi rumah kos PNM dengan membawa sepeda motor CB yang diklaim sebagai kendaraan sewaan.

Setelah mengembalikan sepeda motor itu, SLA minta dijemput di hotel agar bisa menginap di rumah kos PNM. Malam itu ia menginap di rumah kos PNM.

"Selasa (kemarin), dia bekerja. Tak ada kabar. Lalu jam sebelas dia mengetuk kamarku dan minta disewakan kamera, mengajak saya ke Malang dan Jakarta," kata PNM.

PNM setuju meminjamkan KTP untuk menyewa kamera. Rabu, ia mengajak SLA ke Pantai Pasir Putih Malikan sekalian hendak pulang ke rumah. SLA menolak dan beralasan istirahat. PNM pun pulang ke desa dan membiarkan SLA menginap di rumah kos.

Siang hari, SLA menghubungi PNM via WhatsApp dan mengatakan harus kembali ke kantor. Kunci kos pun dibawa SLA. "Sore aku balik ke kos. Dia tak ada kabar. Aku minta duplikat kunci ke ibu kos," kata PNM.

Setelah berhasil masuk kamar, barulah PNM tahu jika tas ransel SLA sudah tak ada. "Kamu ke kantor bawa baju kotor?" tanya PNM kepada SLA via WhatsApp.

Bukannya menjawab, SLA justru memblokir nomornya. PNM curiga dan mengecek isi kamar kos. Ternyata kopor, enam jam tangan, ponsel, jaket hilang.

PNM lantas melaporkan hal ini kepada toko yang menyewakan kamera. Barulah dia tahu bahwa sebelumnya SLA sempat ke toko itu bersama seorang perempuan. "Perempuan ini korban pertamanya. Datang ke sana juga sewa kamera," kata PNM.

PNM melaporkan hal ini ke polisi. Selain itu ia sudah mengecek ke kantor OJK. Ternyata tak ada pegawai OJK berinisial SLA itu. "Dia mengaku pegawai OJK Jember dan menunjukkan ke aku semacam flash disc. Katanya tidak semua punya barang itu. Dari ngomongnya juga meyakinkan banget," kata PNM.

PNM sudah melacak ke hotel-hotel Jember. "Saya sempat ke orang pintar. Katanya SLA lari ke timur," katanya. [beritajatim]

Tags

Komentar

x