Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 13:58 WIB

Pasutri Edarkan Sabu di Surabaya

Kamis, 12 Juli 2018 | 22:43 WIB

Berita Terkait

Pasutri Edarkan Sabu di Surabaya
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Surabaya - Pasangan suami isteri di Surabaya harus mendekam di penjara lantaran nekat menjadi pengedar sabu. Kedua terdakwa tersebut adalah Syaiful Ichwan dan Ulik Ernawati warga Jl Samniarum Lor Gg VIII Blok-C, Surabaya.

Keduanya disidang di ruang Kartika Pengadilan negeri Surabaya dengan agenda keterangan saksi (penangkap).

Saksi tersebut adalah Maskhori Hasan anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya yang menyatakan, dalam penangkapan terhadap terdakwa didapat barang bukti sabu sebanyak 10 poket dengan berat bruto 4,69 gram.

"Saat kami lakukan penggeledahan, terdakwa sedang tidur dan kami temukan barang bukti sabu sebanyak 10 paket yang disimpan dalam dompet," terang Maskhori.

Maskhori juga menyatakan, selain sabu, timnya yang melakukan penggeledahan juga mendapati timbangan elektrik dan tiga buah pipet." Setelah ditimbang, berat keseluruhannya 4,69 gram, disana juga ditemukan pipit dan timbangan elektrik," katanya.

Disinggung penyuplai barang oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya, saksi menyatakan mendapat dari bandar bernama Dedik (DPO) seharga Rp 1,3 juta setiap gram.

"Pengakuan terdakwa mengaku mendapat dari Dedik (DPO), mereka membeli dan kemudian dipecah untuk dijual kembali," tambahnya.

Atas keterangan saksi tersebut, pasangan suami istri ini tidak membantahnya, bahkan menegaskan bahwa dirinya membeli seharga Rp1,3 juta meluruskan keterangan saksi yang sempat salah sebut.

"Iya benar Pak, kami beli Rp1,3 juta setiap gram, bukan Rp1 juta seperti keterangan saksi," ujar kedua terdakwa.

Dalam dakwaan dijelaskan, keduanya ditangkap Anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya dengan barang bukti sabu 10 paket seberat 4,69 gram.

Keduanya didakwa pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana selama 20 tahun penjara. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x