Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Juli 2018 | 00:11 WIB

Polemik Rembuk Aktivis 98 dan Ulama Muda Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 12 Juli 2018 | 18:15 WIB
Polemik Rembuk Aktivis 98 dan Ulama Muda Jokowi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tak genap dalam sepekan, dua pertemuan yang melibatkan massa banyak memberi dukungan pada Jokowi untuk menjadi presiden dua periode. Sayangnya, dukungan politik dari dua komponen itu menyisakan kejanggalan.

Menjelang pendaftaran capres-cawapres, dukungan politik kepada Jokowi untuk terpilih dua periode terus berdatangan. Akhir pekan lalu, Jokowi mendapat dukungan dari massa dengan balutan "Rembuk Aktivis 1998".

Di akhir pertemuan muncul deklarasi dukungan pada Jokowi oleh forum tersebut. "Mendukung penuh Ir Joko Widodo sebagai calon presiden periode 2019-2024," ujar aktivis '98 WahabTolehu yang membacakan hasil Rembuk AKtivis 98 di JIExpo Jakarta, akhir pekan lalu.

Acara yang semula digelar di kawasan Monas itu juga dihadiri Presiden Jokowi. Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga merespons sejumlah aspirasi yang muncul seperti soal tuntutan agar setiap tanggal 7 Juli dijadikan sebagai hari bhinnkea tunggal ika serta mendorong Presiden menetapkan aktivis yang gugur dalam aksi reformasi 1998 sebagai pahlawan nasional.

Menariknya, dalam pertemuan tersebut kehadiran sejumlah orang yang dinilai janggal seperti warga masyarakat yang berusia lanjut, termasuk sejumlah anak-anak juga tampak menggunakan kostum pertemuan. Warga internet (internet citizen) tak sedikit yang mempertanyakan peserta yang berusia lanjut dan anak-anak. Karena jika dirunut dari sisi usia, peristiwa 1998 saat itu diikuti oleh mahasiswa yang berusia di kisaran 18-25 tahun. Dengan kata lain, saat ini para aktivsi 1998 itu telah berusia di kisaran 38-45 tahun.

Selain rembuk aktivis 98, ada pertemuan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang digelar pada Selasa (10/7/2018) lalu di Sentul, Jawa Barat. Kelompok yang mengklaim sebagai ulama muda ini menyampaikan tiga butir pernyataan di antaranya para ulama muda ini siap memenangkan Joko Widodo untuk periode keduanya. "Siap sedia memenangkan Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden RI 2019-2024," sebut Koordinator Nasional Samawi, Ahmad Nawawi.

Menariknya, di balik hiruk pikuk pertemuan tersebut tampak viral di media sosial sejumlah anak-anak berusia belasan hingga dua puluh tahun yang menggunakan kaos bertulis Samawi termasuk sejumlah ibu-ibu. Warga internet tidak sedikit yang menyangsikan jika anak-anak muda tersebut merupakan ulama.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di antaranya yang mempertenyakan ulama muda yang mendeklrasikan dukungan terhadap Jokowi itu. Menurur Hidayat, dari sisi tampilan di luar, tampak tidak menunjukkan layaknya orang alim dalam ilmu pengetahuan agama. Termasuk dari sisi penyebutan ulama muda. "Tampang ulamanya nggak kelihatan," sebut Hidayat yang telah menyaksikan video sejumlah anak-anak dan ibu-ibu peserta pertemuan Samawi.

Dukungan politik dari masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 merupakan hal yang wajar. Mobilisasi dukungan sebanyak-banyaknya bagi kandidat tak terkecuali Jokowi, dibutuhkan untuk menyukseskan kemenangan pemilu. Hanya saja, jika kejanggalan yang muncul dari berbagai dukungan tersebut justru akan merugikan kandidat yang didukungnya.

Komentar

x