Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Juli 2018 | 00:20 WIB

Figur Mahfud MD Tidak Mewakili NU?

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 11 Juli 2018 | 21:40 WIB
Figur Mahfud MD Tidak Mewakili NU?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nama Mahfud MD santer disebut-sebut bakal dipilih sebagai Calon Wakil Presiden Jokowi. Sisi keunggulan Mahfud, di antaranya ia merupakan figur teknokrat yang tidak berasal dari partai politik. Hanya saja yang jadi soal latar belakang organisasi NU yang belakangan banyak mendapat gugatan.

Di tengah namanya moncer, nama Mahfud MD justru di soal di internal organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU). Mahfud dinilai tidak merepresentasikan kader ormas NU. Gugatan dari internal NU ini mencuat seiring nama Mahfud meroket sekaligus menenggelamkan nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang sebelumnya disebut-sebut masuk dalam daftar nominator cawapres Jokowi.

Padahal Muhaimin Iskandar jauh-jauh hari telah memproklamirkan diri sebagai Cawapres Jokowi dengan membuat posko pemenangan di sejumlah daerah yakni JOIN singkatan dari Jokowi-Cak Imin. Namun, merujuk sejumlah pernyataan dari politisi PDI Perjuangan, nama Muhaimin yang didapuk sebagai Panglima Santri itu tak masuk dalam kantong Jokowi sebagai kandidat cawapres yang dipilih.

Figur dari kalangan NU memang cukup seksi untuk dinominasikan menjadi kandidat wakil Jokowi. Setidaknya, jumlah anggota ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini diyakini mampu menyumbangkan suara dalam Pemilu 2019 mendatang.

Persoalannya, figur Mahfud MD kini justru disoal sisi ke-NU-annya. Sejumlah kiai di Jawa Timur menyangkal soal darah NU yang mengalir di tubuh Mahfud MD. Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung, Banyuwangi Jawa Timur KH Hisyam Syafaat salah satunya yang menggugat figuritas Mahfud.

Menurut Hisyam, figur Mahfud di NU baru muncul semenjak ditarik Gus Dur dalam Kabinet Persatuan era pemerintahan Gus Dur dengan didapuk sebagai Menteri Pertahanan. Dari sisi struktur NU, pria asal Madura itu juga tidak pernah masuk dalam jajaran stuktur NU. "Posisi Pak Mahfud tidak bisa direpresentasikan dari NU," sebut Kiai Hisyam, Rabu (11/7/2018)

Lebih lanjut Kiai Hisyam menyebutkan Mahfud juga tidak memiliki kontribusi bagi organisasi NU. Menurut dia tidak elok jika tidak pernah berkontribusi pada organsisasi NU namun mengaku merepresentasikan dari NU. "Jangan catut nama NU atau pura-pura ngaku NU," ingat pengasuh pondok pesantren terbesar di Kabupaten Banyuwangi itu.

Suara senada juga muncul dari kiai di Lirboyo, Kediri Jawa Timur, KH Abdul Muid Shohib. Menurut dia, Mahfud bukanlah representasi dari kader NU. Ia menyebutkan Mahfud bukanlan kader tulen NU. Ia mendorong Cawapres Jokowi berasal dari kader tulen NU. "Jangan yang ngaku-ngaku NU," sebut Kiai Muid.

Penolakan sejumlah kiai NU ini bisa dimaklumi. Setidaknya, para kiai itu memiliki kedekatan dengan PKB, partai yang dibidani pendiriannya oleh NU. Di sisi lain, PKB telah memiliki kandidat yang diusung yakni Muhaimin Iskandar.

Soal figur Mahfud MD yang diragukan ke-NU-annya sebenanrya saat Pemilu 2014 lalu juga mencuat. Saat nama Mahfud dielus sebagai capres PKB, muncul gugatan soal kiprah Mahfud di organisasi NU. Hal itu pula, menurut sumber di internal PKB, yang menjadikan PKB menarik dukungan ke Mahfud.

Jika menilik figur Mahfud memang tak banyak berkiprah di lembaga struktur NU. Praktis, Mahfud hanya tercatat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahldatul Ulama (ISNU), organisasi sayap milik NU.

Selain itu, Mahfud juga berlatarbelakang aktivis HMI, organisasi kemahasiswaan yang tidak memiliki hubungan dengan NU. Berbeda dengan Muhaimin Iskandar, pernah menduduki posisi puncak di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organ ekstra kampus yang memiliki hubungan sejarah dengan NU. Belakangan, ada desakan PMII masuk menjadi badan otonom di lingkungan NU.

Komentar

Embed Widget

x