Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Juli 2018 | 00:17 WIB

Cemburu, Seorang DJ Aniaya Pengelola Kafe

Oleh : - | Rabu, 11 Juli 2018 | 22:35 WIB
Cemburu, Seorang DJ Aniaya Pengelola Kafe
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Rasa cemburu yang berlebihan menyeret Mat Roli alias Subah (20), tergiring di hotel Prodeo Polsek Tegalsari, Surabaya.

Pria asal Desa Tampojong Pregih, Waru, Pamekasan atau kos di Jalan Wonorejo 1/17C, Surabaya itu, dilaporkan telah melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya sendiri yakni Triwahyuningsi (33), warga Duduk Sampean Rt 06 Rw 03, Gresik atau kos di Jalan Wonorejo 1 /17C, Surabaya.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai Disc Joki (DJ) itu, mengaku menganiaya korban karena kekasihnya telah memiliki pria idaman lain (PIL). Padahal, Triwahyuningsi sendiri merupakan 'Mami Kafe' di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Tegalsari.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin, membeberkan kalau kasus penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (7/7/2018) lalu. Dan sebelum penganiaayan, antara pelaku dan korban kerap cekcok di akhir bulan Juli lalu di tempat kos yang mereka tinggali di kawasan Jalan Wonorejo. "Pertengkaran itu dipicu lantaran Subah merasa cemburu kepada korban," kata Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin, Rabu (11/7/2018).

Terlebih rasa cemburu pelaku memuncak ketika mendapat kabar dari sejumlah temannya di kafe jika Triwahyuningsi sering dijemput oleh seorang pria. Kemudian, dia juga sering mendapati korban asyik membalas SMS yang diduga dari PIL. "Tersangka terus menuduh korban berselingkuh, namun tudingan tersebut selalu dibantah oleh korban," lanjutnya.

Merasa korban tak juga jujur atas perselingkuhan itu, membuat Subah naik pitam. Dia tak bisa mengendalikan emosi hingga akhirnya menganiaya korban. Pemuda dengan rambut pirang tersebut lantas memukul wajah dan membenturkan kepala korban ke kursi hingga memar. "Pemukulan tidak di kos-kosan saja, tetapi tersangka juga memukul korban saat berada di tempat kerjannya," terangnya.

Guna dirinya aman dari ancaman, korban berinisiatif melaporkan kasus ini ke polisi. Bahkan waktu dalam pemeriksaan penyidik, korban menerangkan kalau penganiayaan itu terjadi tiga kali dengan alasan serupa yakni dituding berselingkuh meskipun tidak terbukti. "Laporan ini karena korban merasa jiwanya terancam," jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi segera bertindak. Subah ditangkap saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Sawahan, Surabaya. Dari penangkapan itu, tersangka tak mengelak dan mengakui perbuatannya.

"Kepada kami, tersangka mengaku jika apa yang ia lakukan lantaran cemburu. Sebab meski usianya jauh lebih muda, namun tersangka mengaku sayang dengan korban," tandas Abidin.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sebuah kursi yang digunakan tersangka untuk membenturkan kepala korban. [beritajatim]

Komentar

x