Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 19:23 WIB
 

Masih Main Mata

NasDem Dinilai Tak Serius Capreskan Jokowi

Oleh : Abdullah Mubarok | Rabu, 11 Juli 2018 | 19:07 WIB
NasDem Dinilai Tak Serius Capreskan Jokowi
Pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sikap Partai NasDem yang masih memberi peluang capres kepada Abraham Samad menunjukkan ketidakseriusan partai besutan Surya Paloh itu dalam mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Seharusnya, seperti partai koalisi lain, NasDem sekali mendukung Jokowi, tak boleh memberi angin surga bagi capres lain.

"Isi pembicaraan Abraham Samad dan Surya Paloh kan tidak hanya cawapres, tetapi juga capres. Sudah menyatakan dukung Jokowi, kok masih main mata? Masih memberi angin surga buat yang lain?" kata pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Uchok melanjutkan, seandainya pun NasDem memberi harapan berupa dukungan cawapres untuk Samad, hal itu seolah melupakan sejarah hitam bahwa mantan Ketua KPK itu pernah diberhentikan Presiden Jokowi karena kasus dugaaan pidana (pemalsuan dokumen).

"Masak orang yang pernah diberhentikan Jokowi dengan tidak hormat mau dipasangkan dengan Jokowi? Ini jelas seperti ingin melempar kotoran ke muka Jokowi," ujar Uchok yang juga Direktur Center For Budget Analysis (CBA) ini.

Menurut Uchok, yang seharusnya dilakukan NasDem sebagai bagian dari koalisi pendukung Jokowi sekarang ini adalah menjaga soliditas antarsesama partai koalisi.

"Main mata Nasdem seperti ini justru akan merusak soliditas yang sedang ingin terus dimantapkan koalisi partai pendukung Jokowi," ujarnya.

Seperti diberitakan, Abraham Samad menemui Ketua Umum NasDem Surya Paloh di kantonya, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa 10 Juli 2018. Dalam pertemuan itu, Paloh mengaku sempat menodong pertanyaan kepada Samad: "Mau nyapres, ya?"

Mendapat pertanyaan itu, Abraham mendapat angin surga dan menjawab, "Terserah Nasdem memposisikan saya cocok jadi presiden atau wakil presiden." [rok]

Komentar

Embed Widget

x