Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:50 WIB

Jokowi Kemungkinan Diserang Isu Ekonomi di 2019

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 11 Juli 2018 | 07:15 WIB

Berita Terkait

Jokowi Kemungkinan Diserang Isu Ekonomi di 2019
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan calon petahana Joko Widodo (Jokowi) akan diserang dengan isu perekonomian meskipun di bidang infrastruktur bisa dinilai berhasil.

Sebab, Jokowi masih lemah dalam hal perekonomian selama memimpin Indonesia.

"Memang persepsi secara personal yang biasanya dinilai jujur, dinilai baik dan seterusnya. Itu yang jadi poin," kata Adjie di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Ia menjelaskan selain personal tentu terkait kinerja, karena Jokowi sebagai petahana maka persepsi kinerjanya baik akan berimbas pada sisi elektoral. Memang, kalau dilihat secara umum persepsi Jokowi baik diatas 60 sampai 70 persen.

"Namun, ada suatu isu yang penting seperti yang menurut kami ini juga bisa menyebabkan kenapa kemudian lompatan elektabilitas Pak Jokowi tidak terlalu signifikan," ujarnya.

Pertama, kata Adjie, isu ekonomi. Menurut dia, isu ekonomi ini dalam beberapa survei LSI Denny JA memang menunjukkan bahwa publik secara mayoritas tidak terlalu puas dengan kinerja Jokowi di bidang ekonomi. Meskipun, di bidang infrastruktur harus diakui.

"Di bidang infrastruktur emang oke, tapi memang sektor ini tidak memberikan impect langsung ke publik. Sehingga publik belum bisa merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur," jelas dia.

Sementara, lanjut Adjie, yang diinginkan publik adalah hal-hal yang sifatnya sangat mendasar seperti mayoritas masyarakat mengatakan hidup mereka sama saja atau merasa lebih sulit. Misal, mereka merasakan terkait dengan sembako yang mahal dan lain-lain.

"Kedua terkait lapangan kerja. Dari survei yang pernah kita rilis sebelumnya bahwa persepsi publik terhadap kinerja Pa Jokowi untuk menyediakan lapangan kerja itu rendah. Itu ini yang menyebabkan kenapa kemudian elektabilitas Pak Jokowi tidak terlalu signifikan naik," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x