Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 00:37 WIB
 

Polda NTB Didesak Usut Pengadaan Benih Bawang

Oleh : - | Selasa, 10 Juli 2018 | 22:11 WIB
Polda NTB Didesak Usut Pengadaan Benih Bawang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji meminta kepada Polda NTB untuk mendalami dugaan pelanggaran hukum maupun penyelewengan terhadap pengadaan benih bawang putih tahun anggaran 2017 di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

"Pendalaman yang diperlukan adalah proses pendistribuan yang dilakukan yang tidak sesuai dengan jatah sesuai dengan data yang ada," kata Indriyanto kepada wartawan, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, apabila dalam prosesnya ditemukan perbuatan melanggar hukum yang merugikan keuangan negara, maka ranah kasus ini adalah korupsi. Sebab, proyek pengadaan benih bawang putih bersumber dari APBN.

"Karena (dana pembelian benih bawang) berasal dari APBN, maka penegak hukum dapat menerapkan UU Tipikor untuk masalah ini," ujarnya.

Sementara Anggota Komisi II DPRD NTB, Yek Agil menduga ada keterlibatan oknum pejabat yang menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dalam proyek pengadaan benih bawang putih tahun anggaran 2017 di Sembalun.

Namun, Agil tak spesifik menyebut identitas oknum pejabat dan institusinya. Karena menurut dia, itu merupakan tugas kepolisian untuk mengungkap dan menjerat pelakunya sehingga diharapkan Polda NTB tetap konsisten tidak masuk angin dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

"Ada oknum pejabat menyalahgunakan program ini untuk kepentingan pribadi, apalagi ini program bantuan jangan sampai jadi bancakan," katanya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Dinas Pertanian NTB untuk dimintai penjelasannya mulai dari proses perencanaan sampai pada tahap penyalurannya di lapangan.

"Insya Allah akan segera kita panggil (dinas pertanian)," kata Wakil Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera ini.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan timnya masih berupaya mengumpulkan data dan keterangan terkait informasi perbuatan melawan hukum dalam dugaan penyimpangannya.

Upaya tersebut telah dijalankan sejak pertengahan Mei lalu menemui sejumlah pihak yang berkaitan dengan pendistribusian bantuannya, mulai dari kalangan petani bawang putih sampai kepada pejabat Dinas Pertanian Lombok Timur.

Untuk diketahui, menurut informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur bahwa ada 350 ton benih bawang putih lokal dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017. Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar, pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp30 miliar.

Namun, pada saat penyaluran bantuannya di akhir tahun 2017. Banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data, bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali kebagian jatah. [ton]

Komentar

x