Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 13:32 WIB

Jokowi Tak Pilih Airlangga

Golkar Siapkan Opsi Cadangan di Pilpres 2018

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 10 Juli 2018 | 21:02 WIB

Berita Terkait

Golkar Siapkan Opsi Cadangan di Pilpres 2018
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Golkar masih optimis jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih tetap mempertimbangkan Airlangga Hartanto untuk menjadi cawapres 2018, meskipun kabar yang menyebet jika Jokowi akan memilih Mahfud MD sebagai cawapresnya.

"Soal kuat munculnya Pak Mahfud MD, semuanya kita serahkan kepada Pak Jokowi dan siapa saja yang ada di kantong Presiden, tapi Golkar yakin Pak Jokowi masih pertimbangkan Pak Ailrangga," kata Ketua DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily saat dihubungi INILAHCOM, Selasa (10/7/2018).

Ace berharap Jokowi bisa mempertimbangkan Airlangga sebagai cawapres karena Ketum Golkar tersebut mempunyai kemampuan menangani persoalan perekonomian.

"Beliau (Airlangga) diyakini mampu menangani persoalan perekonomian, dan bukan hanya soal subjektivitas tetapi soal objektivitas bangsa, karena kita membutuhkan pemulihan ekonomi serta figur yang kuat secara kompentensi, dukungan politik dari parpol," jelasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Wasekjen Partai Golkar, Samuji mengatakan partainya sudah menyiapkan antisipasi jika Ketum Airlangga Hartarto tidak dijadikan cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

"Kami telah siapkan langkah antisipasi, tentu tidak bisa disampaikan di publik, kita akan tetap dukung Jokowi dengan opsi lain dan akan dibahas di internal partai," kata Sarmuji saat dihubungi INILAHCOM.

Sarmuji mengungkapkan langkah Jokowi memilih cawapres akan berpengaruh kepada keutuhan koalisi yang telah terjalin. "Maka cawapres harus dibahas bersama. Karena soal cawapres harus dilakukan suasana yang sahabat dengan memperhitungkan mitra koalisi," jelasnya.

Saat ditanya soal apakah Golkar akan pindah koalisi jika Ketum Golkar tidak di pilih menjadi cawapres Jokowi.

"Golkar telah putuskan dari rapat pleno Rapimnas Golkar dan kemudian dibacakan di dalam Munas untuk tetap mendukung Jokowi.

Namun saat ditanyakan soal adanya tiket VVIP yang diberikan Jokowi kepada mantan Ketua MK, Mahfud MD, dia enggan berkomentar.

"Sampai saat ini Golkar masih menunggu keputusan parpol koalisi dan pernyataan resmi Jokowi, jadi tidak mau berkomentar terlalu jauh soal adanya tiket VVIP Mahfud MD," ucapnya.

Sebelumnya muncul isu masuknya Mantan Ketua mahfud MD sebagai caloj kuat pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan nama cawapres Jokowi telah mengerucut dan dikantongi mantan Gubernur DKI jakarta tersebut.[jat]

Komentar

Embed Widget
x