Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:49 WIB
 

Staf Presiden Gadungan Tipu Calon Bintara Polri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 10 Juli 2018 | 19:11 WIB
Staf Presiden Gadungan Tipu Calon Bintara Polri
Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Arief Sulistiyanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polisi mengamankan seorang pria bernama Ali Nurdin (43) yang mengaku sebagai staf kepresidenan dan menipu puluhan calon seleksi yang akan masuk Bintara Polri.

"Dengan modus menjanjikan casis (calon siswa) bintara yang sudah gugur akan dimasukkan bintara polisi melalui jalur khusus dengan nilai kerugian sekitar Rp320 juta," kata Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Arief Sulistiyanto dalam keterangannya kepada INILAHCOM, Selasa (10/7/2018).

Arief menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Ali bekerja dengan rekannya bernama Sodikun (58). Dalam beraksi, keduanya meminta uang sebesar Rp350 juta agar siswa atau siswi yang hendak masuk polisi bisa kembali ikut dalam seleksi.

"Korban menemui tersangka Sodikun, meminta tolong supaya anaknya dapat ikut kembali tahapan seleksi dan masuk Polri. Kemudian Sodikun menyanggupi dapat membantu dengan syarat disiapkan uang Rp350 juta untuk membayar Ali Nurdin, yang disebut sebagai 'orang mabes' yang bisa meluluskan masuk bintara. Ali Nurdin mengaku sebagai staf kepresidenan," ujar Arief.

Arief melanjutkan salah seorang ayah korban berinisial J menuturkan anaknya berinisial FMC menyetorkan uang Rp350 juta sesuai keinginan Sodikun. Setelah diterima, Sodikun ternyata hanya menyetorkan uang Rp100 juta. Ali pun mengancam Sodikun dengan pistol Air Softgun.

Sodikun dan Ali pun saling bertengkar. Tanpa pikir panjang, Sodikun melaporkan Ali ke pihak kepolisian tanpa sepengetahuan Ali.

"Selanjutnya Tim Jatanras Polda Jateng mengamankan Ali saat akan berangkat ke Jakarta kemarin (Senin, 9/7/2018)," ucap Arief.

Polisi pun berhasil mengungkap ancaman yang diterima oleh Sodikun. Dari kasus ini, polisi pun berhasil pula mengungkap kejahatan keduanya yang menipu calon seleksi Bintara.

"Keduanya dijerat dengan Pasal 372 juncto 378 KUHP. Saat ini masih didalami apakah ada korban-korban lain selain FMC," ungkap Arief. [ton]

Komentar

x