Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 September 2018 | 12:55 WIB

LSI: Ada Lima Nama Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 10 Juli 2018 | 16:30 WIB

Berita Terkait

LSI: Ada Lima Nama Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengerucutkan lima nama yang ideal menjadi calon Wakil Presiden untuk mendampingi petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan pihaknya selain menggunakan survei (quantitative approach) juga menggunakan penilaian ahli (expert judgement) sebagai turunan dari qualitative approach.

Menurut dia, kombinasi penilaian ahli digunakan karena seringkali penentuan calon Wakil Presiden tak hanya ditentukan oleh variabel elektoral semata.

"Expert judgement ini melibatkan para ahli yang mewakili tiga zona wilayah yaitu Indonesia Barat, Indonesia Timur dan Indonesia Tengah," kata Adjie di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Ia menjelaskan, expert judgement ini tindak lanjut temuan survei agar diseleksi lebih kuat, yakni para ahli diminta untuk menilai kelayakan para calon wakil presiden yang dimasukkan namanya dalam survei.

"Para ahli menilai kelayakan dan peluang cawapres Jokowi ini dengan landasan utama agar terbentuknya pemerintahan yang kuat (strong government)," ujarnya.

Alhasil, kata Adjie, expert judgement ini menunjukkan bahwa calon wakil presiden pendamping Jokowi mengerucut pada lima nama agar pemerintahan Jokowi nantinya jika terpilih kembali bisa menjadi pemerintahan yang kuat.

"Yakni Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Tito Karnavian, Moeldoko dan Sri Mulyani. Kelima nama ini tidak diranking, karena punya peluang yang sama dan mewakili spektrum yang berbeda," jelas dia.

Sementara, Adjie menjelaskan kenapa nama Jusuf Kalla (JK) tak masuk dalam calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Sebenarnya, nama JK masih kuat menjadi figur pendamping Jokowi.

"Survei pun menunjukkan jika nama JK dimasukkan, maka elektabilitas JK cukup mentereng," kata dia.

Namun, lanjut Adjie, ada aturan yang interpretatif terkait dengan larangan wakil presiden dua periode dalam konstitusi. Meskipun, sempat ada masyarakat yang melakukan gugatan uji materi terhadap aturan tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

"Oleh karena itu, LSI Denny JA tak menyerahkan JK dalam survei cawapres Jokowi maupun penilaian panel ahli (expert judgement)," katanya.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis ada empat kategori calon ideal yang bakal menjadi pendamping Jokowi pada Pemilu Presiden 2019 demi menghasilkan pemerintahan kuat.

Pertama calon Wakil Presiden ideal Jokowi agar kuat di parlemen, ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Romi).

Kedua, untuk pendamping ideal Jokowi yang mengerti dan kapabel soal ekonomi ini diuji dari kalangan profesional yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani di urutan pertama. Kedua, ada Menteri Kelautan dan Perikanan disusul Chairul Tanjung.

Selanjutnya, calon Wakil Presiden yang ideal mendampingi Jokowi agar didukung oleh aparat hukum dan keamanan muncul nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mantan Panglima TNI Moeldoko dan Wiranto.

Sementara, untuk calon Wakil Presiden yang ideal mendampingi Jokowi agar didukung oleh tokoh agama berpengaruh ada nama Ketua MUI KH Maruf Amin.

Kemudian, disusul mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.[jat]

Komentar

x