Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 12:48 WIB

PascaPilkada 2018, Tren Elektabilitas Jokowi Naik

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 10 Juli 2018 | 14:29 WIB

Berita Terkait

PascaPilkada 2018, Tren Elektabilitas Jokowi Naik
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan riset terhadap pasangan ideal calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019 paska Pilkada Serentak 2018.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan calon petahana Joko Widodo (Jokowi) menjelang sembilan bulan pelaksanaan Pilpres 2019 masih menjadi yang terkuat dan cenderung menguat. Menurut dia, elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan.

"Elektabilitas Jokowi mencapai 49,30 persen dan ini naik dibandingkan survei LSI pada Mei 2018 sebelum Pilkada sebesar 46,0 persen," kata Adjie di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Namun, Adjie mengatakan Jokowi masih berada pada posisi belum aman meskipun elektabilitasnya mengalami tren kenaikan. Sebab, elektabilitas Jokowi masih dibawah 50 persen.

"Sebagai petahana, elektabilitas dibawah 50 persen tentunya bukanlah posisi yang aman. Karena, bangak pemilih yang masih memilih capres lainnya dan sebagian masih belum menentukan pilihan," ujarnya.

Ia menjelaskan survei ini dilakukan paska pelaksanaan Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018, dimana survei dilakukan pada 28 Juni sampai 5 Juli 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner.

Kemudian, survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia.

"Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode expert judgment, analisis media, FGD dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA," tandasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x