Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:49 WIB
 

Nama CT-SMI Menguat Untuk RI 2

NasDem Sebut CT Lebih Masuk Akal Dampingi Jokowi

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 10 Juli 2018 | 03:06 WIB
NasDem Sebut CT Lebih Masuk Akal Dampingi Jokowi
Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Taufiqulhadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Taufiqulhadi mengatakan pada dasarnya pihaknya tidak ingin ikut campur terkait wacana siapa yang akan dampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

"NasDem itu posisinya, kami hanya pada presiden. Jadi siapapun yang didukung Presiden itu yang didukung Nasdem. Kami tidak masuk urusan Wapres. Jadi biar orang saja lah berurusan soal Wapres," katanya kepada INILAHCOM, Senin (9/7/2018).

Meski demikian ia menyebut, idealnya dalam perspektif Indonesia ada rumusan yang sering digunakan untuk menemukan komposisi yang pas dari pasangan calon presiden-wakil presiden.

"Kalau dalam perspektif Indonesia itu, ada rumusan yang dipakai oleh presiden mencari pasangan. Pertama adalah jika presiden sipil, baiknya wakilnya militer. Atau jika dia orang jawa, wakilnya baiuknya dari luar jawa. Kalau itu dilakukan, itu akan ada dukungan dari bawah lebih komprehensif," ulasnya.

Atas dasar rumusan ini, ia pun menyebut antara Chairul Tandjung (CT) dan Sri Mulyani Idrawati (SMI), dua nama yang belakangan disebut kuat dampingi Jokowi, CT adalah sosok yang lebih masuk akal.

"Kalau SMI dengan Presiden, dia tidak akan mendorong elektabilitas. Karena pak Jokowi, Jawa SMI juga jawa. Tidak ada representasi luar jawa. Sipil, dua-duanya sipil juga," katanya.

"Jadi kalau mau ditanya, CT lebih tepat. Lebih masuk akal karena dia kan akan merepresentasikan luar Jawa. Itu akan berpengaruh. Representasi realitas fakta segalanya teritorial, kultural dan sebagainya," sambungnya.

Diketahui, pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2019 sudah didepan mata. Komisi Pemilihan Umum akan membuka pendaftaran pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 pada 4 hingga 10 Agustus 2018. Penetapan capres dan cawapres Pilpres 2019 akan dilakukan pada 20 September 2018. Tiga hari kemudian, pada 23 September 2018, akan digelar kampanye Pileg dan Pilpres 2019.

Spekulasi nama pendamping Jokowi pun mulai beredar luar. Dua nama yang disebut-sebut berpeluang kuat jadi pendamping Jokowi adalah Chairul Tandjung (CT) dan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Presiden Joko Widodo sendiri menyatakan sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pilpres 2019. Pernyataan itu dia sampaikan usai menutup acara Rembug Nasional Aktivis 98 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Sabtu 7 Juli 2018.

"Sudah ada, tinggal diumumkan. Tunggu. Ini kan tinggal menunggu berapa hari, masak tidak sabar," katanya.

Februari 2018 lalu, secara resmi PDIP mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden Periode 2019-2024. Sejumlah partai politik juga sebelumnya telah secara jelas menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019.

Deklarasi pengusungan Jokowi sebagai calon presiden berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Hotel Grand Inna Beach Sanur, Bali pada 23 Februari 2018.

Pada Pilpres 2019, Jokowi sampai saat ini telah diusung delapan partai politik yaitu Partai Nasional Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Berikutnya, tiga partai politik lain memberi dukungna yati Perindo, PKPI, serta PDIP. [hpy]

Komentar

x