Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 17:25 WIB
 

Gus Ipin Ogah Korbankan Masa Muda dengan Korupsi

Oleh : - | Senin, 9 Juli 2018 | 21:00 WIB
Gus Ipin Ogah Korbankan Masa Muda dengan Korupsi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menjabat Wakil Bupati Trenggalek di usia 25 tahun, Mochamad Nur Arifin menjadi yang termuda se-Indonesia. Usia muda juga yang membuat Gus Ipin, sapaan akrabnya, tidak ingin main-main dalam memimpin kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur tersebut.

"Kalau benihnya busuk. Misalnya saya korupsi, saya purna tugas di usia 30 tahun, karier saya bisa selesai di angka 30 tahun," kata Gus Ipin.

Hal itu disampaikan Gus Ipin dalam workshop Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat yang juga menghadirkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Bupati Semarang Mundjirin di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakpus, Senin (9/7).

Selain itu, lanjut politikus muda PDI Perjuangan ini, memimpin kabupaten di usia muda juga membuat masyarakat tidak sungkan untuk mengkritiknya.

"Kalau bupatinya agak sepuh, gimana mau ngata-ngatain?" kata Gus Ipin yang tak lama lagi akan menggantikan Cawagub Jatim terpilih Emil Dardak sebagai Bupati Trenggalek.

Sebaliknya, kata Gus Ipin, dengan usia muda, dia ingin menjadi pemimpin yang progresif dan revolusioner. "Progresif artinya menurut Bung Karno mengabdi sebesar-besarnya untuk rakyat," ujar pencinta Bung Karno ini.

"Oleh karenanya, anak-anak muda jangan takut mulai satu langkah kecil untuk memulai langkah besar," imbuhnya.

Perkenalan Gus Ipin dengan politik dimulai dengan kondisi ekonomi keluarganya yang jauh dari kata cukup. Ayahnya hanya tukang becak, sementara ibunya adalah buruh cuci. Sementara Gus Ipin adalah anak tertua yang ikut menanggung beban keluarga.

"Saat mau merangkak bikin usaha tahun 1998 eh malah krismon. Di usia 17 tahun, ayah saya meninggal," kenang Gus Ipin.

Politik, dalam benak Gus Ipin, adalah cara yang bisa mengubah kondisi keluarga-keluarga yang senasib dengannya. Atas dorongan itu, dia aktif di dunia pergerakan mahasiswa sampai akhirnya menjadi kader PDI Perjuangan.

"Pengkaderan di PDI Perjuangan yang membuat niat dan tekad saya yang sudah menggempal sampai mengkristal," ujar Gus Ipin.

"Jika dulu mahasiswa kita mendambakan revolusi dari bawah, sekarang saya sudah di pemerintahan. Pemerintah punya kuasa untuk melakukan top-down revolution," kata Gus Ipin tentang revolusi dari dalam sistem. [rok]

Tags

Komentar

x